a close up of the atomium
Photo by Philippe WEICKMANN on <a href="https://www.pexels.com/photo/a-close-up-of-the-atomium-13994050/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Kali ini akhirnya dibahas pula  tentang Pemikiran Atomisme Demokritos beserta gagasan manusia yang juga mengintip sedikit pendasaran fiosofisnya seputar etika. Sebelum masuk ke dalam pembahasan inti ada baiknya terlebih dahulu kita melihat sedikit tentang riwayat hidupnya. Bersumber pada buku sejarah filsafat Yunani, K. Bertens memaparkan bahwa Demokritos sendiri lahir di Kota Abdera di pesisir Thrake bagian Utara Yunani . Dikatakan bahwa ia hidup sekitar dari tahun 460 hingga 370 SM dan berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya. Pada masa mudanya ia sempat berpetualang ke Mesir dan wilayah timur tengah lainnya dngan menggunakankan warisannya. Karya-karyanya bahkan sempat dikatakan membuat Filsuf Roma  termasyur yang bernama Cicero dibuat kagum.

Baca Juga : Apa yang dimaksudkan dengan Monisme ?

Berkenaan dengan pemikirannya, Demokritos merupakan tokoh filsuf pra-Sokratik yang memperkenalkan bahwa realitas sesungguhnya disusun oleh banyak atom. Ia bersama Leukippos dalam misi memperkenalkan gagasan atomisme ini yang hampir serupa dengan pemikiran dalam Mazhab Pluralis yang diperkenalkan Anaxagoras dan Empedokles yang sama-sama mengafirmasi bahwa tiadanya prinsip arkhe yang bersifat tunggal,. Oleh karena itu pemikiran Demokritos dan Leukippos lebih dikenal dengan sebutan aliran atomis atau filsuf-filsuf atomis.  Aliran atomis dan pluralis sama-sama mendukung bahwa realitas disusun oleh banyak unsur yang bersifat jamak atau plural namun filsuf atomis mempunyai kekhasan yang lebuh khusus karena mereka menyertakan tentang piranti atomisme di dalam  unsur- unsur yang membentuk realita. Atomisme adalah paham yang melihat bahwa ada unsur pembentuk yang dipandang telah mencapai batas akhir sebagai sesuatu yang tidak bisa diindentifikasikan sebagai sesuatu yang lain melainkan dia hanya dapat dipahami sebagai dirinya saja (atomos : dari a = tidak dan tomos =terbagi), tidak dapat dijadikan, tidak dapat dimusnahkan dan tidak berubah.

Atomisme Demokritos
Demokritos by Wikipedi.org

Dalam uraian tentang atom, Demokritos dan Leukippos menjelaskan bahwa jumlah atom sebenaranya tidak berhingga di dalam realitas dan menurut mereka ada dua macam atom yang dikenal dalam realitas ini yakni ada atom-atom yang yang dinamai “yang penuh” dan di lain pihak terdapat ruang dimana atom-atom tersebut bergerak maka dinamakannya sebagai “yang kosong”. “Ruang kosong” kendati selanjutnya dibahas oleh Aristoteles sebagai “yang tidak ada” dapat dipahami sebagai yang real karena dia dapat dipikirkan sebagai sesuatu ada sebagaimana sesuatu “yang ada” di dalam benda-benda material real. Ruang seharusnya dapat dikatakan sebagai sesuatu yang real karena merupakan sebuah syarat untuk bergeraknya atom-atom.

Lebih lanjut dikatakan bahwa karena atom-atom berbeda menurut forma atau bentuknya oleh karena itu dicurigai bahwa antar atom tersebut saling kait mengait satu sama lain. Atom-atom yang dikaitkan demikian mulai bergerak dengan gerak berputar. Selanjutnya makin lama makin banyak atom mengambil bagian dalam gerak itu. Badan- badan (kumpulan atom-atom) yang lebih besar tinggal dalam pusat gerak itu dan pada anatomi yang lebih halus dilontarkan ke ujungnya. Begitupun dengan Kosmos manusia dibentuk. Demikritos dan Leukippos berpikir bahwa dengan cara ini banyak dunia ditimbulkan.[1]

Pandangan Tentang Manusia.

Telalah filosofis daripada para filsuf selain berkonsentrasi pada hal kosmos atau alam semesta ternyata tertark juga untuk meneropong tentag hakaikat manusia. Hal ini juga yang tengah akan diuraikan oleh Demokritos dalam uaraian sederhana ini dan juga yang disinggung oleh pemikir-pemikir manusia lainya dalam khzanah filsafat manusia. Dikatakan bahwa ajaran Demokritos tentang manusia sebenarnya tidak lain ingin meneruskan prinsip-prinsip atomisme yang diuaraikan sebelumnya. Menurutnya jiwa juga terdiri dari atom-atom, yaitu atom-atom bundar yang tidak saling mengait atom-atom lain dan dengan gampang masuk antara semua atom lain. Dan atas dasar atomisme, Demokritos memperkenalkan sebuah teori tentang pengenalan indrawi. Bahwa tiap-tiap benda sebenarnya mengeluarkan gambaran-gambaran kecil (eidola) yang terdiri dari atom-atom dan berbentuk sama seperti benda itu. Menurutnya gambaran-gambaran ini masuk pancaindra dan dengan demikian disalurkan ke  arah jiwa yang juga terdiri dari atom-atom.[2] Hal ini dapat kita pikirkan bagamana atom- atom dari gambaran-gambaran (eidola) tersebut akan bersentuh dengan atom-atom jiwa sehingga terjadi semacam interaksi atau korespondensi sebagai apa yang kita kenalkan dengan istilah pengenalan. Bagamana jiwa manusia dapat merasa meyatu dengan keberadaan atau akan realitas sekitarnya seharusnya tidak terlepas dari mekanisme pengenalan ini.

Baca Juga : Filsuf Sokrates

Demokritos sendiri sebenarnya juga membedakan antara pengenalan indarawi dengan pengenalan rasional. Baginya pengenalan indrawi itu tidak benar, karena tidak memberitahukan  kepada manusia bagaimana keadaan kenyataan itu sendiri sebagai akibat dari panca indra tidak bisa mengamati atom-atom. Pengenalan indrawi sepertinya lebih kepada sebuah intusi atau proses penyadaran. Sedangkan pengenalan rasional memperkenalkan kita dengan kenyataan yang sebenarnya. Karenanya Demokritos dekat dengan Parmeneides yang menegaskan bahwa pancaindra tidak dapat dipercayai dan oleh karena itu manusia seharusnya mempercayai rasio.  Sehingga filsafat manusia bagai Demokritos adalah tidak lain merupakan sebuah telaah tentang bagaimana manusia yang berkesadaran dan memehami tentang atribut- atribut di luarnnya dan tidak berlebihan jika mansia adan ens yang tidak bisa dipisahkan dengan unsur-unsur alam universal berkat kesamaan unsur-unsiur sususan atomnya.

Sedangkan penegasan akan perihal etika atau tingkah laku dapat kita temukan dalam amsal-amsal pendek yang terdiri dari sekitar 260 amsal. Baginya dalam kaitan dengan etika bahwa ideal tertinggi dalam hidup manusia adalah euthymia : keadaan batin yang sempurna. Bahwa manusia harus mampu menjangkaukan diri secara seimbang akan factor dalam hidup nya seperti kaeadaan susah dan senang dan sebagainya. Iniah  beberapa butir-butir pemikiran dari Demokritos yang dapat disususun oleh saya, semoga artikel ini dapat sedikit memberikan informasi yang cukup berfaedah di hadapan sidang netizen tercinta. Salam Bijaksana !

Dalam hal relevansi akan pemikiran demokritos ini dalm khazanah realitas actual sekarang kita bisa sandingkan dengan konsepsi susunan atom-atom yang dikemukakan dalam disiplin ilmiah modern seperti ilmu kima lazimnya. Susunan atom yang dikemukan dalam konsepsi atom Dalton, thomson, Rutherfod dan Niels bohr tidak menguarangi mau menjelaskan tentang prinsip-prinsip atom yang mengitari realitas dalam hal ini alam semesta, begitupun dengan teori atom mekanika kuantum. Jagat raya atau universum tidak bisa dipisahkan oleh konsepsi dunia atomis yang mendasarkan dirinya terhadap pembentukan dunia materiil indrawi terlepas atom juga disinggung sebelumnya bersifat rohaniah. Kita dapat memahami akan mekanisme pemahaman ini yang mana akan diterima secara logis atas prinsip ilmiah bahwa realita sebenarnya rersusun atas atom-atom ini baik itu atom jagat raya (makrokosmos) maupun atom makhluk hidup termasuk manusia (mikrokosmos). Dan antar atom-atom tersebut terforma membentuk sebuah harmoni di dalam jagat raya dengan prinsip keselarasan yang sangat konsisten.


[1]               K. Bertens , Sejarah Filsafat Yunani, (Penerbit Kanisius : Yogyakarta,1999) hal.77

[2]               Ibid,78.

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca