lying buddha statue
Photo by Joe Robertson on <a href="https://www.pexels.com/photo/lying-buddha-statue-579601/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Kita akan membahas salah satu corak kepercayaan India yakni Buddhisme. Ya, Buddfhisme atau fildsafat ahgama Buddha cukup populer dalam sejarahh peradaban dunia. Semacam bentuk reformasi dari kepercayaan Hinduisme.

Alhasil agama yang diajarkan oleh Budha Gautama ini eksis dan berkembang cukup pesat di dataran Asia dan lebih teepatnya pada dataran Asia Selatan. Kira- kira seperlima   umat manusia di dunia menganut aliran ini (Srilangka, Tibet, Mongolia, Kamboja, Myanmar, Thailland, Cina, Laos, Nepal, Korea dan Jepang).

Dalam Biudhisme tidak mengakui adanya yang diper-Tuhan. Tujuan hidup manusia bukan kembali ke- asal (Tuhan) melainkan untuk masuk kembali ke dalam nirwana, suatu suassana yang tidak dapat dikkuasai  nafsu duniawi.[1]

Baca Juga : Mengenal Hinduisme

Telah dijelaskan di atas bahwa Ajaran ini dimulai oleh Sidharta Gautama (563 SM). Budha bearti yang diterangi. Ia sendiri sebenarnya merupakan seorang putera raja dari bagian Nepal (Kasta  Ksatrya) dan menjadi pemimpin suku Shakaya. Pada akhirnya Budha meninggalkan istana setelah meleewati pergumulan hidup  akan sejumlah  pertanyaan akan eksistensi manusia dalamm dirinya dengan kondisi petrbedaan ekstremis antara realitas dalam  istana dan lluar istana.  Ia memilih untuk mengembara. Suatu hari ia bermenung  di bawah pohon kebijaksanaan selama tujuh hari tujuh malam dan akhirnya memperoleh ilham atau sampai pada sebuah pencerahan yang akhirnya menjadi seorang Buddha ( Bodhisattva).[2]

Terdapat dua macam Budhisme yakni Budhisme Mahayana dan Hinayana. Mahayana berarti kendaraan atau kapal Feri yang besar, yang dapat ditumpangi oleh semua orang. Sedangkan Hinayana berarti kapal Feri kecil yang merupakan jalan bagi orang- orang yang dikasdihi. Perbedaan terletak pada gaya hidup dan penekana stilisasi diri dimana Hinayana lebih aetik monastik serta konserevatif, tradisiona dan otoritatif sedangkan Mahayana lebih liberal serta penekanan lebih kepada kehidupan yang mistik, daerah penyebarannya adalah Cina, Jepang, Korea, Tibet dan Mongolia.[3]

Dalam Budhisme, kematian bukannya suatu kehancuran melainkan suatu kelahiran dan penerusan hidup ( pahan inkarnasi dan reinkarnasi). Doktrin ini mrerupakan konsekueensi dari hukum dan karma. Terdapat keyakinan bahwa adanya tata moral abadi dari universum.

Catatan Kaki.

  1. Kondrad Kebung Phd, Filsafat berpikir orang timur , Jakarta: prestasi pusta, 2011) hlm.84
  2. Ibid, hlm.86
  3. Ibid, hlm.91

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca