Pendahuluan

Kali ini akan dibahas mengenai pemikir klasik-filsafat Aristoteles- yang juga sangat berpengaruh terhadap eksistensi keberadaan pelbagai disiplin ilmu dewasa sekarang. Aristoteles dikenal sebagai peletak dasar dalam mengorganisir filsafat sebagai sebuah fakultas ilmu yang dilihat tunggal untuk dikategorikan lagi menjadi cabang-cabang ilmu yang lebih sistematis dan spsifik lagi. Aristoteles yang memetakan alur disiplin ilmu pengetahuan dengan filsafat sebagai induk pengetahuan.Meski saat itu sudah terdapat kajian ilmu lain yang sudah berekemnbang misalnya ilmu tabib atau pegobatan kedokteran dan Biologi. Ia sendiri merupakan seorang murid dari Plato di Akademia yang terkenal sangat piawai dan brilian dalam inteligensi akan tetapi ia memilih untuk mengarahkan konteks pergumulan filsafat menjadi lebih realistis dan berdaya guna bagi praktis kehidupan nyata serta ada beberapa karyanya merupakan bentuk kritik ide atas Plato sendiri. Jadi Filsafat Aristoteles terbilang lebih realis ketimbang filsafat Plato

Baca juga : Kaum Sofis

Biografi Singkat

Ia lahir pada tahun 384 SM di Stageira, sebuah kota Yunani yang terletak di bagian utara, dan ayahnya adalah Nichomacus adalah seorang dokter pribadi raja Amyntas III dari kerajaan Makedonia.[1] Pada usia 17 tahun ia dikirim untuk belajar di Akademia Plato di Athena dan menjadi masa terakhir angkatan Akademia yang dipimpin langsung oleh Plato selama 20 tahun sampai Plato meninggal dunia pada tahun 348 dan selama dalam akademia ia sudah berhasil menerbitkan karya-karya dan dipercayakan utuk mengajar anggota-anggota akademia yang lebih muda.[2]

Uasi Plato meninggal, aristoteles memilih untuk meninggalkan Athena bersama Xenokrates dan Akademia dilanjutkan oleh kemenakan Plato, Speusippos.  Mereka pergi ke Assos dan akhirnya mengajar di Sekolah Assos yang juga merupakan sebuah sekolah rintisan Plato dan Hermeias seorang Penguasa Assos dan juga bekas murid Akademia. Ia menikahi Pythias seorang anak angkat Hermeias. Aristoteles mengadakan riset dalam bidang Biologi dan zoology di sekolah ini.[3] Ia juga  diundang ke Makedonia oleh raja Phlippos untuk memberikan privat pendidikan bagi Putra Philippos yakni Alexander yang masih berusia 13 tahun saat itu. Aristoteles juga menulis suatu karangan yang berjudul Perihal monarki dan tentang Pendirian perantauan, setelah usai dari Makedonia ia kembali ke Athena dan mendirikan sebuah sekolah yang bernama Lykeion dengan sokongan dari Makedonia.[4]

Pembagian Karya-karya aristoteles.

Perkembangan pemikiran-Filsafat Aristoteles- meliputi tiga tahap yakni :

  1. tahap di Akademia, yaitu ketika ia masih setia kepada gurunya, Plato, termasuk ajaran Plato mengenai idea
  2. Tahap di Assos, ketika ia berbalik daripada Plato, mengkritik ajaran Plato tentang idea-idea yang akan menentukan identitas filsafatnya sendiri.
  3. Tahap ketika ia berada di Sekolahnya di Athena, saat ini ia telah maju ke dunia empiris, tertarik pada penyelidikan empiris, mengindahkan yang kongkrit dan yang individual.

Berikut beberapa pembagia Karya-karya Aristoteles menurut W.D. Roos seorang ahli filsafat Yunani berkebangsaan Inggris

  1. Karya yang diterbitkan oleh aristoteles sendiri dan sifatnya kurang popular
  2. Eudemos atau perihal jiwa.
  3. Protre[tikos
  4. Perihal filsafat. Dialog ini terdiri dari tiga buku yang mana Buku I menyajikan tetntang perkembangan umat manusia, Buku II memberikan suatu kritik tajam mengenai ajaran Plato tentang Ide-ide, Buku III memuat pendapatnya tentang gagasan Allah dan susunan Kosmos, Buku X yakni sebuah buku pengembangan tetntang ajaran Palto mengenai Nomoi , namun ia berbeda pendapat dengan Plato (dialog Timaios ) dimana aristoteles berpendirian bahwa kosmos tidak mempunyai permulaan menurut waktu.
  5. Karya- karya yang mengumpulkan bahan-bahan yang dapat digunaka dalam risalah-risalah ilmiah.

Agaknya karya ini merupakan karya yang disusunnya sendiri dan beberapa disusun oleh para muridnya di bawah pimpinannya. Ada karya yang berjudul Historia Animmalia penyelidikan mengenai binatang-binatang. Dicatat behwa karya ini disiapka oleh andronikos dan Rhodos dalam edisi buku-buku aristoteles. Selain itu ada karya yang berjudul Athenaion politeia yakni tentang tata negara Athena yang ditemukan pada tahun 1890 pada pasir di Mesir. Karya ini dikatakan mencatat tentang Undang-undang dasar dari 158 negara Yunani.

  • Karya- karya yang dikarang Aristoteles berkaitan dengan pengajarannya.

Buku-buku ini merupakan lebih dari sebuah catatan untuk kuliah-kuliahnya. Dan mrid-murid aristoteles kemudia menyusun kembali buku-buku tersebut dengan bahan yang sudah ada. Manuskrip ini kemudian diwariskan kepada anggota Lykeion yang lain bernama Neleus dan Skepsis.

Berikut penggolongan karya-karya aristoteles menurut pokok-pokok sistemasis yang lebih detail yang menjadi cabang-cabang filsafat.

  1. Logika
  2. Categoriae(=Kategori- kategori): Otentisitasnya banyak dipesoalkan namun para ahli meyakini bahwa karya ini orisinal oleh Aristoteles.
  3. De inteprettione (= Perihal penafsiran).
  4. Analitica priora (= Analitika yang lebih dahulu): Analitika merupakan istilah yang dipakai Aristoteles untuk logika.
  5. Analytica Posteriora (= Analitika yang kemudian).
  6. Topica : terdiri dari 8 buku.

De sophisticis elenchis (= Tentang cara berargumentasi kaum sofis) : yang dianggap juga sebagai buku ke XI dari Topica.

  1. Filsafat alam
  2. Physica : 8 buku
  3. De caelo (= Perihal langit): yang terdiri dari 4 buku
  4. De generatioe et corruption (= Tentang timbul hilangnya makhluk- makhluk jasmani) : terdiri dari 2 buku.
  5. Metereologica (= Ajaran tentang badan-badan jagat raya) : yang terdiri dari 4 buku.
  6. Psikologi

1). De anima (= Perihal jiwa) : 3 buku.

2). Parva naturalia (= Karangan-karangan kecil mengenai pokok- pokok alamiah). Yang mempunyai 8 karangan kecil diantaranya yaitu :

  • De sensu et sensibili ( Perihal panca indra dan obyeknya );
  • De memoria et  reminiscentia (Perihal ingatan dan pengingatan );
  • De somo ( Perihal tidur );
  • De insomniis (Perihal impian- impian);
  • De divinationne per somnum (Perihal tenung dan tidur);
  • De longitudene et brevitate vitae (perihal panjang pendeknya kehidupan manusia );
  • De vita et morte ( Perihal kehidupan dan kematian );
  • De respiration ( Tentang pernapasan );
  • Biologi
  • De partibus animalium ( Perihal bagin-bagian binatang ).
  • De motu animalium ( Perihal gerak binnatang-binatang ).
  • De Incessu animalium ( Tentang hal berjalan binatnag ).
  • De generatione animalium ( Perihal kejadian binatang- binatang).
  • Metafisika

Bagi Aristoteles sendiri nama untuk metafisika dinamakan sebagai “ filsafat pertama” dan juga theologia.

  • Etika
  • Ethica Nicomachea
  • Magna moralia,
  • Ethica Eudemia terdiri dari tuju buku
  • Politik dan Ekonomi
  • Politica
  • Economica; terdiri dari tiga buku dan dianggap otentik
  • Retorika dan Poetika
  • Rhetorica terdiri dari tiga buku;
  • Poetica, karya ini bersifat fragmentaris namun dianggap otentik.[5]

Penggolongan karya Aristoteles ini merupakan basis perkembangan ilmu pengetahuan yang bekembang sekarang dengan mengosentrasikan arah refleksi yang sesuai dengan bidang kajian. Akan tetapi patut kita akui bahwa karya- karya Aristoteles tidak selamanya lahir atas dasar penemuannya semata melainkan sebuah konstruksi lanjut dari pengetahuan-pengetahuan sebelumnya yang berekembang misalnya ilmu Logika yang sedianya sudah ada pada masa kuno yakni dari zaman Cicero (abad 1 SM), kemudian Aristoteles membedah menjadi analytica priora dan anlytica posteriora.[6]


[1] Yosef Keladu K, Partisipasi Politik, Sebuah analisis atas Etika Politik aristoteles, Maumere: Penerbit Ledalero, 2010, hlm.22.

[2] K. Bertens, sejarah filsafat Yunani ,Yogyakarta : Penerbit Kanisuis,1999, hlm.154.

[3]Ibid, hlm.155

[4] Ibid, hlm 155-156.

[5] Mengenai penggolongan dan karya;karya Aristoteles ini juga disadur dari buku K. Bertens.  Dari halam 155 sampai dengan halaman 163. Rupanya penggolongan ini menjadi cikal bakal autonomi perkembangan ilmu- ilmu sekarang yang lebih bersifat kategorisl dan khusus lebih detail.

[6]  Dalm pemikiran  Immanue Kant kita akan temukan istilah Putusan Aprioro dan putusan Aposteriori.

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca