long concrete stairs surrounded by green trees
Photo by Tom D'Arby on <a href="https://www.pexels.com/photo/long-concrete-stairs-surrounded-by-green-trees-6187742/" rel="nofollow">Pexels.com</a>
photo of man wearing backpack

Filsafat Cina

Catatan Awal

Di samping mempelajari pemikiran barat yang sangat rasional dan logis, bersamaan dengan Pemikiran India kali ini kita akan mendalami slah satu pemikiran khas timur yang lebuh esoterik dan mistis yakni Pemikiran Cina. Kita akan menggali lebih jauh seperti apakah corak dari Pemikran orang Cina. Secara umum, Filsafat Cina dikatakan sebagai filsafat yang natural dan spontan yang dapat kita temukan real dlam kehidupan mereka seharian. Diketahui pula bahwa ciri kebudayaan orang cina sangat spiritual yang dalam hal ini bersifat sangat mistik. Dan para filsuf di Cina dapat diumpamakan sebagai penyelam yang menyelam jauh ke dasar laut dan akan merasa bangga apabila kembali muncul lagi ke permukaan. Sedangkan pada filsuf barat diumpamakan sebagai penyelam yang berbangga karena ia bertahan di dasar laut dan tak akan pernah kembali ke permukaan.

Di dalam masyarakat Cina kita mengenal dua aliran besar yakni Konfusianisme dan taoisme. Konfusionisme di Cina di lihat sebagai Humanisme Cina yang menitiberatkan pada pengamalan nilai-nilai dan relasi antarmanusia. Selanjutnya relasi seperti ini dilihat sebagai pengetahuan yang sangat penting dan esensial termasuk dalam fungsi penerapan di dalam kehidupan praktis guna menghasilakn self yang baik.  Perbaikan dan kenijaksanaan tingkah laku menjadi sangat diutamakan dalam masyarakat konfusian. Oleh karena itu bagi orang cina tidaka ada mutlak orang untuk hidup sendiri melainkan selalu terikat dengan keluarga. Selain itu penghormatan terhadap orang-orang yang sudah meninggal sangat giat diadakan dalam pesta-pesta terlebih pada momen ulang tahun kematian. [1]

Baca Juga : Mengena Tentang agama Budha

Kultus

Adapun Kultus-kultus yang menjadi ciri khas milik masyarakat tiongkok adalah sebagai berikut

  1. Kultus Agraris. Terdapat suatu kepercayaan supernatural adanya kekuatan Ilahi yang menghuni area gunung, hutan, sungai, ngarai dan danau.
  2. Kultus Nenek Moyang, Dalam kultus ini terdapat pembagian kelompok mengenai jiwa yakni Yin (P’o), yang mana menunjukan bahwa adanya jiwa yang selalu hidup dan bersatu dengan orang lain, dan jiwa semacam ini disebut HUN. Sedangkan Yang adalah Keadaan jiwa setelah kematian atau terlepas dari tubuh. Dan jiwa ini adalah ciri yang lebih renda dan disebut sebagai SHEN. Nenek moyang orang Cina juga dianggap tinggal sangat dekat dengan areal kerabat mereka yang masih hidup, misalkan di dekat tempat tidur ataupun area sekitar lainnya.
  3. Kultus Surgawi ; Yang tertinggi disebut Huang (Hao) atau T’ien Shang Ti. Dihormati sebagai kekuatan yang mengatur musim dan Iklim, Sehingga kepadanya orang bersujud agar diberi sauatu keadaan iklim yang mendukung panenan yang melimpah. Terdapat dua entitas penguasa surge yakni Tien Wang adalah raja Surgawi dan T’ien Tzu adalah putra Surgawi.[2]

Baca JUga : Mengenal Filsafat Islam : Corak pemikiran

Inilah coarak kultus yang terdapat pada masyarakat cina. Diketahui ciri khas umum hamper mirip dengan kultus kultur peradaban orang timur lainnya dalam hal ini jika dibandingkan dengan kultur barat yang sangat menekankan aspek rasionalitas dan logika. Mungkin terdapat sedikit perbeadan yang menjadi aspek yang sedikit unik jika dikaitkan dengan kultur masyarakat timur pada umumnya yang tetap becorak mistis- religious. Misalakn dalam masyarakat india terdapat kultus yang menghormati kekuatan deawata dan totemisme yang serupa.

Setelah melihat tentang gambaran singkat mengenai Konfusian serta ciri kultus orang Cina, kita mencoba melihat sedikit tentang Lao Tzu. Diketahi Lao Tzu lahir pada tahun 570 BC. Lao Tzu dikenal karena bukunya atau yang lebihpopuler tentang kita Tao yang menguarai seluruh filsafat berpikir bagaimana harus berperilaku rendah hati, meski terlihat amat bodoh namun sangat aktif dan menganut suatu kecerdasan yang luar biasa dari dalam diri. Di dalam buku ini pula diajarkan tentang konsep wu wei yang mana mengambil keadaan pasif dan tidak ikut campur tangan, ketenangan serta mengendaliukan diri dari kesombongan serta tindakan untuk menegaskan diri, ini sebuah buku yang mengajarkan suatu sikap kebijaksaan yang luar bisas.

Taoisme yang juga meliputi isi kitab yang seperti digambarkan di atas merupakan sebuah prinsip etika atau suatu cara berpikir yang mendalam dan mendasar. Dan di sebut sebagai filsafat yang lebih mistis dan revolusioner dalm sejarah umat manusia. Pengikut Lao Tzu adalah Cuangtse seorang penulis prosa terbesar di masa dinasti Chou dengan penyertaan gaya yang sangat indah dan refleksi yang amat mendalam.[3]

Catatan Akhir

Demikianlah pengenalan secara singkat mengenai pemikiran orang Cina atau filsafat cina yang melipusi konsep tentang Konfusian dan Taoisme. Dimana telah tergambar bahwa Konfusian lebih bersifat humanis dengan menekan aspek relasional dan menghargai sesama dalam membina keakraban sedangkan Taoisme lebih kepada semangat hidup persona yang berpusat pada self pengetahuan tentang diri dengan semangat pengosongan diri atau ugahari. Semoga artikel singkat ini dapat memberikan sebuah informasi yang dapat bermanfaat bagai pembaca sekalian.


[1]  Kondrad Kebung, Filsafat Berpikir Orang Timur, (Jakarta : Prestasi Pustaka Publisher, 2014) Hal. 133

[2]  Ibid Hal. 136

[3]  Ibid Hal. 141

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca