serious male student doing homework with laptop and pizza
Photo by Armin Rimoldi on <a href="https://www.pexels.com/photo/serious-male-student-doing-homework-with-laptop-and-pizza-5553621/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

“Benarkah filsafat itu sulit” menjadi judul pilihan untuk dikupas kali ini. Pemilihan topik ini diKarenakan banyak anggapan dan penilaian bahwa filsafat itu sulitt, berat, ribet, susah dan berbelit-belit serta membingungkan. Bagi yang masih awam dengan filsafat pasti setuju dengan anggapan ini karena filsafat berkaitan erat dengan permainan logika atau memutarbalikan alsa-alasan untuk dilihat benar. Hal yang tersulit lagi bagi orang awam adalah penggunaan istilah yang sangat asing yang absurd bagi kebanyakan orang pada umumnya. Cara pembahasan atau aksen fillsafat ini lah yang tendesius bahwa filsafat itu perlu proses penalaran lebih atau  berpikir dobel. Atas latar belakang persoalan ini maka dibuatlah suatu catatan ringan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami tentang dunia filsafat secara umum.

Nah, sekarang kita mau membahas sebenarnya filsafat itu apa sih dan mengapa disebut filsafat serta dari mana filsafat itu muncul dan bagaimana sehingga terlihat bahwa filsafat itu sulit. Bagi masyarakat modern sekarang filsafat telah dilihat sebagai ilmu yang sudah jadul atau kuno dan lama, yang sudah tidak punya relevan lagi untuk dihidupi saat ini. Karena dunia sekarang privilesenya lebih kosentrasi dengan hal-hal praktis bahwa ketika saya menginginkan sesuatu itu ada maka saya harus berbuat sesuatu dengan cara dan teknik tertentu agar sesuatu itu jadi ada. Jadi orang-orang bukan lagi berpkir yang muluk-muluk tetapi mau yang lebih sederhana dan praktis.

Kembali kepada pertanyaan tadi, filsafat itu sebenarnya apa ? jadi filsafat itu- jikalau kita melihat berdasarkan asal usul kata- terbentuk dari dua kata dalam bahasa Yunani kuno yaitu philein atau philos dan Sophos atau Sophia dimana philos artinya cinta atau sahabat sedangkan Sophia atu Sophos artinya kebijaksanaan jadi filsafat dapat diartikan sebagai cinta akan kebijaksanaan secara harafiahnya. Kemudian darimana filsafat itu muncul. Dari katanya saja sudah merujuk kepada nama Yunani, berarti sangat persis bahwa filsafat itu produk asli orang Yunani. Jikalau sebelumya pernah mendengar nama-nama seperti Pytthagoras, Socrates, Plato dan Aristoteles, mereka semua adalah pemikir klasik berasal dari Yunani.

Kemudian bagaimana agar filsafat itu tidak menjadi sulit. Pertanyaan ini tentu sangat problematis bagi orang yang betul betul mengenal dan sangat menyatu dengan dunia filsafat. Semua orang yang telah belajar filsafat pasti akan memahami dan dapat membuat suatu cara atau gaya pendekatan sendiri tentang anutan filsafatnya. Maksudnya begini, ada tipikal orang yang ingin bahwa ketika misalkan terdapat suatu hajatan dengan audiens tertentu maka dia memilih untuk membahasakan secara detail ke bahasa yang lebih umum tentang frasa filosofis yang terkandung di dalam pemaparan materinya. Namun ada pula pribadi yang sudah sangat melekat dengan term – teknis atau aksen filasafanya maka juga menjadi sangat sulit karena akan menajdi kaku apabila dialihkan kedalam pembahasan yang lebih umum dan biasa.

Inilah problematis dari dunia filsafat. Karena filsafat itu sebenarnya refleksi kritis tentang universal, maksudnya berpikir tentang keseluruhan atau (semesta) dan sangat identik denngan latin dan Barat-Modern, Oleh karena itu banyak kata yang tidak dialihbahasakan. Sehingga Filsafat akan kehilangan atau pudar akan kadar dan nilai filosofisnya apabila dibahasakan ke dalam bahasa yang lebih umum. Karena belajar filsafat sama halnya kita siap untuk menerima aksen-aksen istilah yang asing ini, yang sama sekali jarang dan tidak dipakai oleh disiplin ilmu pengetahuan lain.

Kemudian bagaimana kita bisa mengatasi agar pandangan bahwa filsafat itu sulit menjadi lebih mudah,sederhana dan dapat diterima oleh khalayak banyak. Solusinya adalah seperti telah dikatakan tadi bahwa tergantung dari situsi bahwa dmana  filsafat itu boleh disederhanakan dan dimana filsafat itu tetap dibahasakan sebagai aspek filsafat yang natif atau asali. Jadi kembali kepada situasi dimana kita dihadapkan dan ditempatkan untuk aksi menterjemahkan aksen filsafat tersebut. Sehingga ketika berhadapan dengan masyarakat atau publik umum kita dapat menunjukan agar ‘filsafat itu sulit’ tidak terlalu ditonjolkan kesannya.

Sampai di sini pasti kita akan bertanya bagaimana kehidupan dan eksisnya filsafat dalam waktu yang akan dating. Banyak kritikan yang muncul dengan memberikan pernyataan sentil tentang ‘pembekuan filsafat’ yang melihat bahwa filasat sudah tidak korelasi lagi dengan situasional kekinian atau matinya fungsi filsafat untuk mencari ruang gerak dan keselarasan dengan tema-tema ilmu kekinian apalagi menyesuaikan dirinya (korelasi). Jawabannya, dalam ranah yang lebih praktis dan spesifik atau ketika dunia membutuhkan aksi terapan (teknis ilmiah), bahwa benar adanya terlihat filsafat mengalami pembekuan. Akan tetapi dalam kancah kajian dan teoritis tertentu yang membutuhkan anasir dan dasar-dasar filosofis (retoris literature) di sini Filsafat sangat diandalkan. Perlu kita ketahui bahwa filsafat adalah induk dari ilmu pengetahuan atau Ibu dari segala ilmu pengetahuan sehingga sistematika dan unsur-unsur dalam pelbagi disipliin ilmu merupakan warisan genealogi dari Filsafat. Nah sampai disini dulu pembahasan kita mengenai “Filsafat itu sulit”, semoga tulisan ini berguna dan dapat memberikan pemahaman dan dapat mengerti baik dari sisi positif maupun sisi negative akan persepsi bahwa “filsafat itu sulit”.

Apabila tulisan ini berkenan dan menggugah atau terdapat hal-hal yang ingin didiskusikan, bisa memberikan komentar pada kolom komentar mengeani tanggapan dan masukan sahabat sekalian. Sekedar imformatif bahwa tulisan ini adalh tulisan santai , bila ingin melihat tulisan yang memiliki pendasaran ilmiah dapat dilihat dalam menu bagian feature.

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca