schloss neuhaus
Photo by Wolfgang Weiser on <a href="https://www.pexels.com/photo/schloss-neuhaus-20354666/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Pengantar

Pemikiran di dalam idealisme jerman sebenarnya merupakan usaha keterlibatan pemikiran yang mengevaluasi kembali sebuah gagasan kritik terhadap metafisika yang ada pada periode Pencerahan baik itu Rasionalisme, Empirisme maupun Kritisisme. Dalam masa pencerahan diketahui bahwa segala bentuk ketergantungan kepada metafisika akhirnya digempur  yang mana pada masa ini diterapkannya suatu gaya hidup yang dilandasi oleh tuntutan akal dan logika. namun di dalam Idealism Jerman metafisika kembali mendapatkan tempat dan minat. Dalam masa ini gagasan tentang metafisis akhirnya dimunculkan dengan tampilan dan desain gaya baru yang tentunya berbeda denga metafisika abad pertengahan. Metafisika gaya baru ini  meyakinkan  akan kapabilitas atau kemampuan dari ratio manusia untuk menguasai atau memahami realitas sebagai keseluruhan. Pikiran manusia dapat sampai kepada hal-hal yang absolut. Model pemikiran ini lah yang memberikan kritik kepada pemikiran Kant seperti yang termuat di dalam Kritik Akal Budi Murni bahwa yang metafisis adalah sesuatu yang tidak  mungkin dan yang Das Ding an Sich itu tidak dapat dikenal atau diketahui oleh pikiran manusia. Kritik terhadap dogmatisme sebagai ciri Kantian ini- bahwa orang harus menerimanya saja karena ia adalah perihal yang berada di luar pemikiran manusia -inilah yang melahirkan Konsepsi idealisme Jerman yang didukungi aspek teologi yang dipelajari oleh tokoh pengembangnya seperti Fichte yang belajar teologi di Jena, schelling dan Hegel di Tuebingen. Hal ini yang pada akhirnya meperlihatkan bahwa Idealisme Jerman sendiri adalah bagian dari “teologi implisit” yang muncul secara filosofis.[1] Selain pengaruh teologi dan kritik akan pemikiran Kant adalah faktor lain yang memengaruhi Idealisme Jerman adalah gerakan Romantisme. Gerakan ini lahir pada abad ke -18 yang berkuatat pada bidang sastra dengan penekanan pada ungkapan dan perasaan. Gerakan ini menentang kalsikisme sebagai sebua aliran yang mengutamakan keteraturan di dalam berpikir, bersikap dan bertindak atas sifat konvensional sebagaiman yang diterima secara umum.[2]  Maka  idealisme dapat disebut juga sebagai sebuah upaya ekspresi terhadap perihal filosofis dan romantisme.

Baca Juga : Metafisika dan Ruang Lingkupnya.

idealisme jerman, Hegel
Hegel by Storica Nasinale

 

Tokoh-tokoh pemikiran Idealisme Jerman

 Tokoh- tokoh pemikiran idealise jerman adalah :

Johan Gottlieb Fichte

Fichte lahir pada tahun 1762 dan disebut sebagai seorang yang mengagumi Kant. Ia adalah seorang professor filsafat di Jena yang sangat dikenal dengan pandangan liberalnya dari agama dan dianggap sebagai salah satu perintis Nasionalisme Jerman.

Seperti Kant, ia berpendapat bahwa filsafat seharusnya  bertolak dari pengelaman  yang mana dibahasakannya dengan istilah presentasi. Bagi fichte terdapat dua macam presentasi yakni; presentasi yang disertai dengan rasa kebebasan dan presentasi yang disertai dengan rasa keniscayaan.[3] Presentasi pertama terpaut pada pemikiran sedangkan presentasi yang kedua terpaut pada indrawi.

Baca Juga : Mengetahui Apa itu Kebenaran ?

Mari kita melihat konsesp idealisme subyektif pada fichte.  Bahwa fichte mengemukakan penciptaan kenyataan atau pengelaman actual  itu terbuahi oleh “inteligensia pada dirinya sendiri bukan subyek seperti pada rationalism dan obyek seperti pada empirisme ( Benda pada dirinya sendiri).  Subyek aku sangat menentukan dalam pengelaman pengenalan seseorang terhadap realitas bukan obyek. Oleh karena itu dengan ini Benda pada dirinya sendiri (Das Ding an sich) seperti yang dikemukakan oleh Kan ditolak.

Friedrich Wilhem Joseph Schelling (1775-1854)

Schelling berbeda dengan Fichte bahwa  dikotomi pembedaan mengenai subyek dan obyek  itu terjadi karena pemusatan pemikiran terhadap apa atau dengan kata lain faktor refleksi. Refleksilah yang membedakan sesuatu yang berada diluar kita dan gambaran-gambaran yang kita tangkap. Yang mana refleksi itulah yang memperlakukan gambaran-gambaran itu sebagai obyek. Maka refleksilah yang membedakan antara Roh dan Alam antara yang real dan ideal. Schelling mengembangkan apa yang disebut dengan filsafat identitas. Dia menegasikan tentang pemikiran yang digagaskan oleh fichte bahwa subyek dan obyek adalah sesuatu yang terpisah. Dia menekankan konsep kesatuan dan kesinambungan antara ada absolut sebagai obyektifitas da nada absolut sebagai subyektivitas. Dia kembali merangkul pemikiran Spinoza mengenai Natura Naturans (Kehidupan batiniah yang absolut) yang terejahwentahkan dalam Natura Naturata (Alam material). Alam material ini adalah penampakan alam ideal yang “ Keluar dari Yang Absolut” (Mimesis), dan pada selanjutnya Yang Absolut  yang sudah menjadi obyektivitas itu berubah menjadi Yang Absolut sebagai subyektivitas, maka dalam arti ini muncul natura naturata yang direpresentasikan dalam dan melalui pemikiran manusia. Dalam pikiran manusia, alam material yang bersifat khusus itu diuniversalkan secara konseptual, maka sebenarnya muncul alam ideal dalam pikiran manusia. Maka baginya Yang Absolut dalam tatanan ideal adalah juga Yang Absolut dalam tatanan real : Roh identic degan Alam.[4]

Dari konsep ini scheling menyatukan antara Yang Absolut sebagai subyek dan Yang Absolut sebagai obyek dalam satu Ada Universal atas hukum harmonia atau prinsip keteraturan.

Wilhelm Friedrich Hegel : Idealisme Absolut (Das Absolut).

W.F. Hegel lahir di kota Stuttgart, pada 27 Agustus 1770, dari sebuah keluarga pegawai negeri sipil. Filsafatnya yang terkenal adalah tenang Ada yang absolut yang mana baginya yang Absolut adalah totalitas, seluruh kenyataan ini sebagai sebuah “proses menjadi”. Kenyataan adalah sebuah proses dalam sedang atau peristiwa teleologis. Keterarahan dalam menuju kepada sesuatu tujuan (telos). Ada yang absolut bagi hegel termanifesati kedalam subyek dan serentak pula sebagai obyek. Dia adalah sebagai subyek dan juga sebagai obyek maka dari itu ada kesinambungan antara Roh, idea dan ratio.

Mengenai Hegel dapat kita uraikan tersendiri secara spesifik dalam artikel lainnya.Demikianlah catatan tentang idealism jerman, sebagaimana telah dikatakan bahwa uraian ini merupakan sebuah proyek metafisika gaya baru maka konsepsi di dalama tema ini sangat cocok dirujuk menjadi kajian keilmuan dalam memperluas kazanah pengetahuan tentang universum luas yang dapat sampai pada refleksi yang mendalam dan intes tentang keseluruhan termasuk Allah dan Alam.


[1]  F.Budi Hadirman, Pemikiran Modeern : Dari Machiavelli sampai Nietzche, (Yogyakarta : Penerbit Kanisius, 2019),hal. 151

[2]  https://aiche.ui.ac.id diakses pada 03 Desember 2023

[3] F. Budi Hadirman, Op.Cit, hal. 156

[4]  Ibid, hal. 164

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca