person standing beside canopy tent
Photo by Rosemary Ketchum on <a href="https://www.pexels.com/photo/person-standing-beside-canopy-tent-1464194/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Kampaye politik bagi rakyat kita bukan lagi sesuatu hal yang baru sama sekali, mengingat sudah secara rutin kita rayakan secara berkala lima tahun sekali dan kontinuitas berkesinambungan, oleh karena itu mengenai hal ini optimis telah hidup di dalam benak pikiran warga.  Pada moment-moment ini kita dihadapkan seputar informasi mengenai isu politik ini, misalkan berita tentang tokoh A melakukan pendaftaran pada partai tertentu untuk maju sebagai calon anggota dewan. Hal yang lebih menarik adalah perihal mengenai ekspetasi kampanye Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang secara massif dan menyeluruh.  

Berdasarkan agendanya, seperti dilansir dari kompas.com, atas dasar undang-undang pemilu, kampanye ini akan diadakan pada 28 November 2023 dengan masa lama kampanye hingga 75 hari. Dengan jalannya kampanye pelbagai rencana pengembangan dan pembangunan sebagai visi dan misi di berikan sehingga rakyat dapat tahu akan kebijakan yang akan diambil oleh calon-calon pemimpinnya.

Baca Juga : Nalar Publik dan Politik Elektoral

Pengertian Kampanye politik

Kampanye politik (pemilu) adalah bagian dari demokrasi, dimana dengan kampanye sebagai instrument yang sah, kelompok kepentingan dapat menjelaskan kebenaran tujuannya kepada masyarakat, kampanye politik merupakan suatu usaha yang terkelola , terorganisir untuk mengikhtiarkan orang dicalonkan,dipilih, atau dipilih kembali dalam suatu jabatan resmi.[1]

Dengan kampaye Politik, rakyat dibawa kepada suatu keadaan sugesti akan pilihan mana sebagai penentuan nuraninya yang berdasarkan sesuai dengan harapan-harapan darinya akan persoalan-persoalan riil yang dialami, sehingga figure yang dicalonkan benar-benar dipercayai dapat membawa harapan. Jadi moment kampanye politik uga bagian dari proses korespondensi visi-misi dan ekspetasi harapan warga.

Sehingga pelbagai strategi dan taktis politik telah menjadi spekulasi dari pihak-pihak stakeholders dalam memenangkan kontestan politiknya. Misalanya merekrut influencer dan perihal memasangkan iklan lewat media menjadi hal yang sangat penting dalam hal mempengaruhi para pemilih. Kita dapat baca sebuah pikiran dari pakar politik misalnya  Adam Nursal, di mana dia mengatakan bahwa strategi kampanye politik adalah upaya untuk membentuk serangkaian makna politis tertentu di dalam pikiran para pemilih. Serangkaian makna politis terbentuk dalam pikiran para pemilih untuk memilih kontestasi tertentu. Makna politis inilah yang menjadi output penting bagi political marketing yang menentukan pihak mana yang akan dicoblos pemilu.[2]  Kita berharap rakyat benar-benar selektif dalam membawa pesan politiknya dalam iven pemilu mendatang. Dipilih benar-benar factor rasional bukan emosional apalagi memberikan hak suaranya dikarenakan oleh tindakan penyimpangan dari Black campaign dan serangan fajar.

Baca juga : Etika Politik dan Pemilu

Tiga Kategori Kampanye

Tiga kategori kampanye menurut Charles U. Larson adalah sebagai berikut :

  1. Product- oriented campaigns yaitu kampanye yang berprifilese pada promosi produk yang umumnya terjadi di lingkungan perusahaan dan bisnis. Tujuan atau motivasi dari kampanye ini adalah guna memeroleh keuntungan dalam segi finansial. Kampanye ini dapat kita lihat dalam bentuk iklan.
  2. Candidate- oriented campaigns atau kampanye yang bermuara pada kandidat yang umumnya diobsesi oleh hasyrat untuk mendapatkan kekuasaan dalam bidang politik. Kampanye inilah yang disebutkan dengan kampanye politik. Kampanye politik ini diadakan biasanya bertujuan untuk menarik arah dukungan suara dari masyarakat untuk menentukan direct pilihan terhadap figur elektoral yang diusungkan oleh sebuah partai politik tertentu dalam kontestasi politik pada ivent pemilihan umum.
  3. Ideologically or cause oriented campaigns. Model kampanye ini merupakan model kampanye yang bermuara pada ekspetasi yang bersifat khusus misalanya kampanye LBGT dan Isu Gender atau mengenai persoalan HAM. Hal ini dapat memengaruhi perubahan pada dimensi sosial atau pandangan di dalam masyarakat.[3]

Baca Juga : Politik dalam Pandangan Aristoteles

Selain tentang model kampanye politik kita perlu mengetahui tentang prinsip dari dari strategi politik yang digagaskan oleh David Horowitz :

  1. Politik adalah perang dengan peralatan lain.
  2. Politik adalah perang memperebutkan posisi.
  3. Di dalam politik, Penyeranglah yang selalu menang.
  4. Posisi biasanya didefenisikan dengan kekuatan dan harapan.
  5. Senjata politik adalah simbol kekuatan dan harapan.
  6. Kemenagan selalu berada di pihak rakyat. [4]

Kampanye Politik : Harapan dan Kegelisahan (Epilog)

Tak bisa dipungkiri bahwa dalam sejarah pergelaran pesta demokrasi, warna politik kita selalu tampil dengan faktual yang negasi dan miris. Hal ini sebanding arah dengan penyelenggaraan kampanye politik. Isu miris pergelaran kampanye politik dapat dilihat dalam bentuk praktik kampanye hitam atau black campaign yang dioperandikan dengan tujuan untuk menjatuhkan dan membunuh karakter. Selain kampanye hitam terdapat pula praktik politik uang atau money politik. Money politik bisa termodus dalam bentuk bentuan baik uang maupun materi lain yang mempunyai dampak pengaruh pada pemilihan umum.

Tentang praktik-praktik penyimpangan dalam politic campaign seperti yang terkonsepsikan di atas adalah momok yang mencedarai kewibawaan serta sakralnya proses demokrasi. Karena hati nurani seseorang akhirnya dapat dibeli dengan uang meski arah pilihannya sangat dilihat sebagai sebuah pemaksaan.

Semoga rakyat begitu pertahankan integritasnya dalam hadapi pengaruh-pengaruh buruk dan negatif seperti ini.


[1] Toni Andrianus Pito, S.I.P dkk, Mengenal Teori- Teori Politik , Dari Sistem Politik Sampai Korupsi, (Penerbit Nuansa Cendekia : Bandung), Hal. 160

[2] Ibid, hal. 177

[3]ibid, hal.162

[4]ibid, hal. 170-171.

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca