four soldiers carrying rifles near helicopter under blue sky
Photo by Somchai Kongkamsri on <a href="https://www.pexels.com/photo/four-soldiers-carrying-rifles-near-helicopter-under-blue-sky-20258/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Senjata nuklir merujuk pada senjata yang menggunakan energi nuklir untuk mencapai kekuatannya. Bentuk dasar senjata nuklir melibatkan reaksi fisika nuklir yang menghasilkan ledakan besar dan merusak. Proses ini melibatkan pelepasan energi yang sangat besar dari reaksi fisika antara inti atom yang dibagi (pecah) atau digabungkan (fusi).

Senjata nuklir bisa digunakan dengan dua cara utama: fisi nuklir dan fusi nuklir. Fisi nuklir melibatkan pembelahan inti atom berat seperti uranium-235 atau plutonium-239. Saat inti atom dibelah energi besar dilepaskan bersama dengan radiasi dan ledakan yang dahsyat. Fusi nuklir di sisi lain memadukan inti atom ringan seperti isotop hidrogen di bawah tekanan dan suhu ekstrim untuk menghasilkan energi. Proses ini melepaskan energi yang lebih besar daripada fisi nuklir meskipun saat ini teknologinya belum dapat dikendalikan dengan efisien.

Senjata nuklir memiliki potensi untuk menghancurkan kota atau bahkan negara secara keseluruhan. Ledakan nuklir menyebabkan ledakan yang dahsyat panas yang sangat tinggi gelombang kejut dan radiasi. Dampaknya bisa sangat merusak baik fisik maupun radiasi yang berlanjut setelah ledakan.

Penggunaan senjata nuklir dianggap sebagai ancaman yang signifikan terhadap keamanan internasional karena potensi kerusakan yang besar dan dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan dan manusia. Oleh karena itu upaya internasional dilakukan untuk mengendalikan dan membatasi penyebaran senjata nuklir melalui perjanjian nuklir internasional seperti Perjanjian Non-Penyebaran Nuklir (NPT).

Cara Kerja Senjata Nuklir

Adapun mengenai cara kerja Senjata nuklir ini adalah dalam hal pelepasan tenaga nuklir yang bersifat eksplosif yang diperoleh melalui reaksi nuklir yang tidak terkendali saat diaktifkan. Prinsip kerja senjata nuklir ini didasarkan pada dua jenis reaksi nuklir yaitu reaksi pemecahan inti (fisi nuklir) dan reaksi penyatuan inti (fusi nuklir).

Selain itu, terdapat dua jenis utama senjata nuklir : bom atom (senjata fisi nuklir) dan bom hidrogen (senjata fusi nuklir). Mari kita bahas keduanya lebih lanjut:

  1. Bom Atom (Senjata Fisi Nuklir):
    Bom atom berdasarkan reaksi fisi inti di mana inti atom berat seperti uranium-235 atau plutonium-239 dipertemukan dengan neutron yang berkecepatan tinggi. Ketika inti atom yang berat tersebut menyerap neutron inti tersebut menjadi tidak stabil dan membelah menjadi dua inti yang lebih kecil. Proses ini melepaskan energi yang sangat besar dalam bentuk ledakan.

Di dalam bom atom ada dua bagian penting: bahan peledak konvensional dan bahan fisi nuklir. Ketika bahan peledak konvensional diledakkan, maka terciptalah tekanan dan timbul reaksi suhu yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan bahan fisi nuklir tersebut menjadi lebih padat dan memicu reaksi fisi nuklir yang cepat membebaskan lebih banyak energi dalam wujud ledakan.

  1. Bom Hidrogen (Senjata Fusi Nuklir):
    Bom hidrogen didasarkan pada reaksi fusi inti di mana inti atom ringan seperti isotop deuterium dan tritium digabungkan menjadi inti yang lebih berat. Proses fusi nuklir membutuhkan suhu dan tekanan yang sangat tinggi untuk memulai reaksi tersebut. Oleh karena itu bom hidrogen menggunakan bom atom sebagai “pemicu” untuk mencapai kondisi yang diperlukan.

Ketika bom atom (bahan fisi nuklir) meledak ia menciptakan suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Ini memicu reaksi fusi di dalam bom hidrogen yang membebaskan energi yang jauh lebih besar daripada bom atom biasa. Fusi nuklir adalah reaksi yang terjadi di dalam matahari dan memiliki potensi untuk melepaskan energi yang sangat besar.

Dalam kedua jenis senjata nuklir ini pelepasan energi yang terjadi sangat hebat dan dapat menyebabkan kerusakan yang meluas dan dampak radiasi yang mematikan. Senjata nuklir telah menjadi ancaman besar bagi kemanusiaan dan upaya internasional dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penggunaan senjata nuklir secara tidak sah.

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca