grecce
Photo by George Panagiotakos on <a href="https://www.pexels.com/photo/grecce-17412127/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Diketahui Kota Elea merupakan suatu kota kuno dan dikenal sebagai kota perantauan orang Yunani yang berada di italia selatan (Semenanjung Italia). Kota ini telah berjasa dalam memberikan sumbangsih bagi kehadiran sejumlah tokoh pemikir klasik seperti Parmeneides, Zeno dan Melissos sehingga munculah apa yang disebut dengan Mazhab Elea yang berkembang dari abad ke 6 sampai abad ke 4 SM. Mazhab ini bergutat tentang fundamen arkhe atau teologikal yakni apa ” yang ada “. Berikut penulis akan mengelaborasi para t tokoh dengan pendasaran pandangannya masing- masing.

Parmeneides

Parmeneides sendiri juga lahir di kota Elea sekitar tahun 515 SM dan dimungkinkan mengandung ajaran Pythagorean. Jejak filsafatnya ditinggalkan dalam bentuk syair dan puisi seperti jalan kebenaran dan jalan pendapat.

Jalan Kebenaran

Parmeneides mengemukakan dasar pikirannya tentang realitas mutlak atau absolut yang tak terbagikan dengan melihat segala sesuatu sebagai suatu kesatuan totus atau utuh dengan titik kulminasi gagasannya adalah tentang yang ada itu ada sebagai sebuah jalan kebenaran dari silogisme pemikirannya. Yang ada adalah mutlak dan kekal sehingga perubahan atau dinamis adalah suatu gerak periodik yang merupkan atribut dari yang ada itu sendirinya. Mengenal yang ada merupakan suatu konsekuensi dari keberdadaan itu sendiri sehingga baginya dan pemikiran kita menyetujui bahwa eliminasi terhadap ruang kosong atau yang tidak ada dapat diterima. Pengertian atas cara berpikir Parmeneides ini adalah suatu cikal bakal yang mengakari apa yang disebut dengan Rasionalisme -aliran rasionalisme- sebagai ciri pembeda dari pengetahuan empirisme.

Baca juga : Filsafat Pythagoras

Jalan Pendapat.

Jalan pendapat (doxa) dari Parmenides adalah pelukisan tentang susunan kosmos disinilah letak terjadinya suatu kosentrasi indra pada fraksionisasi obyek materi dan oposusi biner pada ciri khas susunan kosmos. (Prof. Dr. K. Bertens dalam bukunya Sejarah Filsafat Yunani).

menampilkan dua diskursus antara ekstimisme dua jalan ala parmenedes yakni jalan pendapat yang memungkinkan adanya perubahan dan pluralitas dan jalan kebenaran yang memungkiri tentang perubahan dan pluralitas

1. Anggapan yang boleh disebut tradisional yang menempatkan jalan kebenaran berlaku bagi rasio dan jalan pendapat berlaku bagi indrawi.

2. Anggapan kedua berasal dari J. Burnet dimana menurutnya jalan pendapat mengutarakan anggapan Pythagorean sebagaimana bahwa gagasan dalam jalan kebenaran adalah titik balik arah pemikirannya dari sebelumnya yang menganut Pythagorean seperti yang ditemukan dalam prakata syairnya perjalanan dari gelap ke terang.

Hemat penulis dua pemikiran Parmeneides ini secara intrisik telah memetakan antara gagasan yang bersifat theologis pada jalan kebenarannya yang menuntun absolutnya pada suatu sebab final atau arkhe yang ada dan menjadi dasar dan anutan inti serta identik yang tak terpisahkan dan yang bersifat filosofis ilmiah dan empiris rasional pada jalan pendapatnya yang mengakui adanya perubahan dan pluralitas yang dapat kita temukan dalam pelbagai disiplin kajian ilmu pengetahuan dan riset teknis.

Zeno

Zeno juga lahir di Elea sekitar tahun 490 SM dan merupakan murid setia dari Parmeneides. Jarang dan sukar untukb menemukan karya otentik peninggalan Zeno meski dikatakan ia telah menulis empat puluh argumen yang melawan pluralitas, sehingga hampir semua gagasannya diwakilkan oleh Aristoteles dan Plato. 

Zeno mengemukakan ajarannya dengan membangun hipotesis  tentang perihal argumentasi yakni cabang logika dia memaparkan lewat gagasannya adanya ruang kosong, argumentasi melawan pluralitas dan argumentasi melawan gerak. Zeno juga disebut sebagai bapak dialektika oleh Aristoteles dan argumenya tekah berjasa bagi perkembangan sejarah filsafat.

1. Argumentasi melawan ruang kosong. Bahwa ruang kosong adalah sesuatu yang niscaya ada ruang kosong dikenal karena metode pikiran yang otomatis bekerja dalam konfrotasinya dengan sautu pengenalan akan yang ada yang diakui sebagai sesuatu yang takan terbagikan. Ruang kosong ada dalam imajiner negasi bagi yang ada.

2. Argumentasi melawan pluralitas. Pluralitas adalah bentuk isolir pemikiran kita pada obyek indrawi sebagai sesuatu yang diterima mandiri yang ternyata adalah bagian terkecil yang tidak bisa menolak realitas absolut akan yang ada sebagai fakultas yang tak terbagi yang tidak bisa ditandingi perbandingannya dan realitas obyek itu tidak bisa ada tanpa adanya yang ada tersebut.

3. Argumentasi melawan gerak.

Gerak memang ada sebagaimana ditangkap oleh indra akan tetapi gerak itu bersifat isolir dan tidak bisa meniadakan atau mengurangi eksistensi ada yang absolut yang akan bersifat tetap.  Kisah zeno dapat kita lihat pada pengandaian- pengandaiannya seperti kisah Pelari dalam stadion, achiles dan kura-kura, gerak anak panah, dan tentang tiga deretan yang berjalan.

Melissos

Lahir di pulau Samos. Profesi sebagai panglima yang mengalahkan armada Athena pada tahun 441 SM.

Ia tetap membela Parmeneides bahwa yang ada itu tak berhingga baik menurut waktu maupun ruang. Di sini dapat dielaborasi menurut penulis bahwa kontes yang ada tidak bisa diukur dalam sekuensi waktu dan dimensi sehingga tidak berterima ia terfraksi ke dalam keberagaman yang bisa diukur oleh sekuensi waktu dan dimensi.

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca