timelapse photography of clouds
Photo by Darius Krause on <a href="https://www.pexels.com/photo/timelapse-photography-of-clouds-2182040/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Arti Etimologis Metafisika

Metafisika di dalam pergumulan filosofis diketahui cukup rumit dan sulit untuk dipahami sehubungan dengan pembahasan dan kajian argumentumnya. Secara etimologis, kata “metafisika” berasal dari bahasa Yunani kuno, terdiri dari dua kata, yaitu “meta” yang berarti “setelah” atau “di luar”, dan “physika” yang berarti “yang fisik atau materia atau hal yang nyata”. Jadi secara harfiah, “metafisika” dapat diterjemahkan sebagai “setelah hal-hal yang fisis atau nyata” atau “di luar ilmu materil”.

Asal usul istilah “metafisika” secara khusus dikaitkan dengan Aristoteles, seorang filsuf Yunani terkenal. Dalam karyanya yang berjudul “Organon”, Aristoteles mengelompokkan buku-buku filsafatnya menjadi dua bagian. Bagian pertama berfokus pada studi tentang alam fisik (ilmu alam) dan disebut “Physika”. Namun, ada sebuah buku yang dianggap sebagai penjelasan lebih lanjut dan melampaui topik-topik yang diajukan dalam “Physika”. Buku ini ditempatkan setelah “Physika” dan diberi judul “Ta meta ta physika”, yang kemudian terjemahan dari bahasa Yunani ini menjadi “metafisika” di dalam bahasa Latin. Namun sedianya metafisika tidak dipakai oleh Aristoteles melainkan bersumber dari Andronikos dari Rhodos yang pada sekitar tahun 40 SM menyusun dan menerbitkan karya-karya Aristoteles.[1]

Meskipun awalnya hanya merujuk pada karya Aristoteles, seiring waktu, istilah “metafisika” mulai digunakan secara luas untuk menggambarkan suatu disiplin filosofis yang lebih luas yang mempelajari realitas dan hakikat eksistensi di luar bidang ilmu alam. Sejak saat itu, istilah “metafisika” telah menjadi salah satu konsep utama dalam sejarah filsafat, dan menjadi cabang studi yang melibatkan penguraian dan pemahaman tentang dasar-dasar realitas yang mendasarinya.

Arti Esensial Metafisika

Secar subtansial, Metafisika adalah sebuah disiplin ilmu yang menjelajahi pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang realitas, eksistensi, sifat hakiki dari segala sesuatu, dan hubungan antara pikiran dan materi. Metafisika mencoba memahami makna dan tujuan hidup, mempertanyakan asal usul dan pengetahuan manusia tentang dunia, dan mencari pemahaman yang lebih dalam tentang alam semesta yang melampaui apa yang dapat diamati secara fisik.

Dalam metafisika, terdapat berbagai topik yang dibahas, seperti substansi, entitas, keberadaan, hubungan kausal, ruang dan waktu, keberadaan Tuhan, kesadaran, kebebasan, dan banyak lagi. Teori-teori dan pemikiran dalam metafisika sering kali abstrak dan spekulatif, berusaha untuk melampaui batasan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada pengamatan empiris.

Baca Juga : Apa yang dimaksudkan dengan Monisme

Metafisika akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan filosofis paling mendasar tentang realitas dan memberikan landasan untuk berbagai cabang filsafat lainnya seperti epistemologi (ilmu pengetahuan), etika (moralitas), filsafat pikiran, dan filsafat agama. Sebagai bidang yang kompleks dan mendalam, metafisika terus mengilhami pemikiran dan perdebatan filosofis hingga saat ini, memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia dan tempat kita di dalamnya.

Bentuk Kritik terhadap Metafisika (Masalah di dalam Metafisika)

Metafisika, sebagai sebuah disiplin ilmu filosofis yang mencoba untuk memahami realitas dan hakikat eksistensi di luar bidang ilmu fisis (alam), tidak luput dari kritik dan perdebatan. Beberapa kritik terhadap metafisika antara lain:

1. Kurangnya Kejelasan Konsep
Metafisika sering kali melibatkan konsep-konsep yang sangat abstrak dan sulit untuk dipahami secara konkret. Kritikus berpendapat bahwa banyak teori dan pemikiran dalam metafisika terjebak dalam penggunaan bahasa yang kabur dan konsep yang tidak dapat diuji secara empiris. Ini menyebabkan sulitnya menghasilkan penjelasan yang jelas dan koheren tentang topik-topik metafisika.

2. Kelemahan Metode dan Pendekatan
Ada kritik terhadap metode dan pendekatan yang digunakan dalam studi metafisika. Beberapa orang berpendapat bahwa metafisika cenderung mengandalkan deduksi logika yang hanya berdasarkan asumsi-asumsi filosofis, tanpa dukungan dari data empiris. Hal ini dapat menyebabkan argumen-argumen dalam metafisika menjadi spekulatif dan tidak dapat diuji secara objektif.

3. Keterbatasan Manusia
Metafisika seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang asal usul, keberadaan Tuhan, dan hakikat eksistensi yang melampaui batasan pengetahuan manusia. Beberapa kritikus berpendapat bahwa sebagai manusia terbatas, kita mungkin tidak mampu memahami sepenuhnya realitas yang mendasari alam semesta. Oleh karena itu, metafisika dianggap sebagai usaha yang tidak perlu atau tidak produktif.

4. Alternatif yang Lebih Produktif
Kritikus juga berargumen bahwa ada alternatif yang lebih produktif dalam memahami realitas dan eksistensi. Mereka berpendapat bahwa menggunakan metode-metode dan pendekatan ilmiah yang sesuai dengan bidang studi yang relevan, seperti fisika, biologi, atau psikologi, dapat memberikan pemahaman yang lebih konkret dan dapat diuji tentang dunia.

Selain itu metafisika dilihat sebagai batasan kajian ilmu yang melibatakan aspek sensansi atau proses mental. Jadi segala kebenaran di dalam metafisika sebagai sumber informask bisa saja salah namun dapat diterima dan dipercayai dari segala realitas non materi termasuk yang fisis beserta dunia ketika dipersepsi. [2]

Meskipun mendapatkan kritik, metafisika tetap menjadi cabang yang penting dalam sejarah filosofi. Meskipun beberapa konsep dan argumen mungkin kontroversial atau sulit dipahami, studi metafisika berperan dalam memberikan kerangka pemikiran yang mendasari cabang-cabang filsafat lainnya dan memberikan wawasan yang lebih dalam tentang realitas dan tempat kita di dalamnya.

Baca Juga : Filsafat Pithagoras

Mengapa Harus Mempelajari Metafisika

Meskipun terdapat beberapa bentuk kritik yang bermunculan terhadap Metafisika, akan tetapi terdapat pula dalil yang merekomondasikan agar kita dapat mesti mempelajari Metafisika. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa kita mesti mengambil waktu untuk belajar metafisika tersebut :

  1. Memahami Realitas yang Lebih dalam: Metafisika membantu kita memahami hakikat dan sifat dasar realitas di luar pemahaman kita yang umum sehari-hari. Ia mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang keberadaan, pengetahuan, eksistensi Tuhan, dan hubungan antara pikiran dan materi. Dengan mempelajari metafisika, kita dapat mendapatkan wawasan tentang alam semesta yang lebih lengkap dan mendalam.
  2. Kebebasan Berpikir: Metafisika mendorong kita untuk berpikir secara kritis dan kreatif. Ia melibatkan pemikiran spekulatif dan abstrak yang membuka jalan bagi ide-ide baru dan pandangan yang berbeda. Melalui eksplorasi berbagai konsep dan teori, kita dapat mengembangkan kebebasan berpikir dan mempertanyakan asumsi-asumsi yang mendasari pandangan kita tentang dunia.
  3. Hubungan dengan Cabang Filsafat Lainnya: Studi metafisika adalah fondasi bagi banyak cabang filsafat lainnya, seperti epistemologi, etika, filsafat pikiran, dan filsafat agama. Dalam metafisika, kita membangun dasar pemahaman tentang realitas yang kemudian membentuk landasan bagi cabang-cabang filsafat lainnya. Memahami metafisika akan membantu kita dalam memahami sudut pandang dan pandangan filosofis yang lebih luas.
  4. Menyelami Pertanyaan-Pertanyaan Dasar Kehidupan: Metafisika melibatkan pemikiran tentang pertanyaan-pertanyaan paling mendasar tentang kehidupan dan eksistensi. Hal ini membantu kita untuk menjelajahi tujuan hidup, makna keberadaan, dan hakikat kebenaran. Dalam melihat pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang eksistensi kita di dunia ini.
  5. Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis: Studi metafisika melibatkan pemikiran abstrak dan logis yang dapat membantu kita mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Melalui analisis konsep-konsep yang kompleks dan penalaran deduktif yang diperlukan dalam metafisika, kita dapat melatih otak untuk berpikir secara terstruktur dan logis.

Meskipun mempelajari metafisika mungkin tidak wajib bagi semua orang, namun ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari pemahaman yang lebih dalam tentang realitas dan eksistensi di dalam Metafisika. Memahami metafisika tidak hanya membantu kita untuk mengeksplorasi dan mengerti dunia , tetapi juga membuka pintu lanjutan bagi pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dan pemikiran yang mendalam tentang makna kehidupan kita.

Referensi dan Catatan Kaki:

[1]K.Bertens, Sejarah Filsafat Yunani (Yogyakarta : Kanisius,1999) hlm. 184.

[2]https://www-britannica-com.translate.goog/topic/metaphysics/Problems-in-metaphysics, diakses pada tanggal 2 september 2023, pulul 08.00

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca