State Of The Union (201501200004HQ)
<a href="https://www.flickr.com/photos/35067687@N04/16148028997" rel="nofollow">State Of The Union (201501200004HQ)</a> by <a href="https://www.flickr.com/photos/35067687@N04" rel="nofollow">NASA HQ PHOTO</a> is licensed under <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/2.0/" rel="nofollow">CC-BY-NC-ND 2.0</a>

Sebelum mengulas Negara Repoblik Jean-Jacques Rousseau, kita coba pelajari dulu Istilah repoblik terutama repoblik klasik yang pernah digagasi oleh Plato. Berkaitan dengan konsep ini, Plato mengupas tentang Negara ideal di dalam karyanya yang berjudul Politeia, sebuah karya yang lebih popular disebut dengan Repoblika (res+pubica). Karya ini digubah dalam bentuk dialog yang dapat berartikan “tata polis” atau “tata Negara”. Dalam buku ini disinggung tentang dasar ekonomis, para pejangga (tentara),tiga golongan dan tentang komunisme atau perkawinan.[1] Plato menganjurkan agar dalam kenyataan Negara kongkrit mengadopsi bentuk Negara semacam ini karena menolak model kekuasaan absolut yang dipegang oleh satu orang yang dapat menyebabkan tiran. Ia mengehendaki agar para filsuf yang mengambil hak kekuasaan dan kepemimpinan dalam suatu polis didukung oleh para kestria sebagai penjaga dan para petani yang menggiatkan bidang ekonomi. Sehingga terciptalah suatu negara yang kuat karena masing-masinng orang berkecimpung dalam bidang dan ranah yang sesuai dengan kompetensi atau bakatnya. Inilah konsep negara ideal yang dicita-citakan plato dalam politeianya.

Bersamaan dengan Plato, filsuf pencerahan Prancis Rosusseau juga pararelitas dengannya dalam menolak model kekuasaan absolut seperti yang dialami Negaranya pada zamannya. Menurutnya dalam model Negara seperti ini warga Negara terbagi dengan kekuasaan dari  atas oleh raja yang menempatkan warga sepertinya sebagai kekuatan asing. Bagi Rousseau Negara absolut ini perlu dibongkar dan diganti dengan Negara yang secara langsung mengungkapkan kehendak rakyatnya sendiri.[2] Hal ini mau menunjukan bahwa tidak ada dikotomi atau penduaan antara apa yang menjadi kehendak rakyat dan kehendak Negara dan segala bentuk identitas termasuk spontanitas alamiah manusia tidak dipatahkan melainkan ditampung.  Rakyat akan memperoleh ruang yang leluasa bagi dirinya untuk mengekspresikan segala macam bentuk pandangan dan itensi kreatifnya. Dan individu yag masuk ke dalam Negara tersebut tidak kehilangan apapun dari individualitas alamaiahnya. Dan sarana yang dirancangkan Rosseau tentang Negara idealnya adalah paham kehendak umum atau bisa disebut juga dengan Negara repoblik total. Tokoh inspirasinya adalah Plutarch dimana melalui tulisan plutarch ia diperkenalkan tokoh-tokoh Repoblik Romawi kuno.

Baca juga : Sejarah pencerahan Eropa

Konsep Negara repoblik jean-jacques Rousseau
J.J. Rousseau, wikipedeia.org

J.J. Rosseau dikenal pula sebagai filsuf abad pencerahan yang paling berpengaruh dalam menyulut semangat revolusi di Perancis. Selain pencerahan melalui karyanya Kontrak Sosial sebagai Masterpiecenya, rakyat diberikan suguhan pemikiran yang berkutat seputar tema kebebasan termasuk doktrin untuk menentang gereja terutama teori-teori kemanusiaan kaum romantisme dan penghaargaan terhadap perasaan dan hati nurani tiap manusia. Adapun semboyan yang diusung oleh aktivis revolusi saat itu adalah liberte (kebebasan), egaliter (persaudaraan), fraternite (persaudaraan) sampai kepada jatuhnya tuntutan hukuman mati kepada Raja Louis XVI dengan dakwaan “Konspirasi terhadap kebebasan publik dan keamanan umum” yang berujung kepada eksekusinya sang raja pada 21 Januari 1793.

Arti respublic atau repoblik yang disampaikan Rousseau adalah berkenaan dengan keadaan Negara yang benar-benar menjadi urusan umum atau urusan public sehingga Negara itu bukan lagi sesuatu yang asing karena bukan lagi milik raja  atau milik sekelompok orang melainkan segala bentuk yang menjadi visioner bersama tertampung di dalamnya. Ia sudah menjadi milik bersama atas dasar persamaan dan kesederajadan yang memungkinkan bahwa tidak adalagi strata atau kelas di dalam Negara tersebut. Konsep Negara Repoblik Jean-Jacques Rousseau ini alih-alih akhirnya mengedepankan dan menekankan tentang kedaulatan rakyat. Rakyat itu berdaulat dan karena itu Negara akhirnya harus menjadi urusan seluruh rakyat, sebuah istilah yang pernah muncul pada era Romawi Kuno. Selanjutnya dalam paham ini Frans Magnis Suseno mengemukakan bahwa kedaulatan rakyat mengimplikasikan dua anggapan atau asumsi. Yang pertama adalah mengenai penolakan terhadap segala wewenang di atas rakyat yang tidak dari rakyat dan di lain pihak ada tuntutan agar segala kekuasaan yang ada mesti identic dengan kehendak rakyat dan Negara tidak berhak untuk meletakan kewajiban atau pembatasan apapun pada rakyat sehingga rakyat betul-betul berwenang untuk menentukan nasib mengenai dirinya sendiri maka tidak ada pihak mana pun yang mempunyai wewenang terhadap rakyat apalagi membatasi dan menguranginya.[3] Segala bentuk ciri khas Negara berarti adalah sebuah kreasi rakyat itu sendiri yang termanifestasi melalui kedaulatan rakyat tersebut. Negara adalah pertemuan kesatuan daripada ciri khas rakyat yang bebas dan berdaulat.

Terlepas dari sedikit problematika bagaimana kehendak umum bisa termanifestasi atas dasar kehendak individu yang tentu beragam dan berbeda dari seseorang terhadap yang lain dan sangat indikatif bahwa terdapat peluang egoitas dalam masing-masing persona (voluntė particulierė). Menurut Roesseau bahwa kesan itu tidak selalu benar bahwa di luar kepentingan individual, manusia selalu diarahkan kepada kepentingan umum yang didasarkan atas kesadaran bahwa manusia juga terikat pada kehidupan bersama dan alam yang selalu menuntut suatu tanggung jawab atas hidup persekutuan (koinonia). Kepentingan umum tersebut misalkan perdamaian, keamanan dan keadilan (volontė generalė). Pemungutan suara dianggap sebagai sarana yang tepat sebagai wadah pencapaian kepentingan umum karena menuangkan aspirasi pribadi kepada sebuah tujuan bersama.

Selain itu bentuk Negara repoblik menurut Rosseau akan menjamin hak-hak individual karena  tidak ada lagi presure atau intimidasi dari kekuasaan monarki. Repoblik mencerminkan rakyat adalah bagian dari Negara itu sendiri yang memiliki kedudukan yang sama di depan Negara(hukum) dan segala bentuk identitas dan keunikan kelompok atau individu dituntut akan diakui dengan memiliki perlakuan sama di depan Negara.

Konsep Negara Repoblik Jean-Jacques Roesseau ini menjadi sebuah bentuk metamoforsis bagi Negara-negara demokrasi modern yang menganut paham demokrasi dewasa ini. Demokrasi yang mengagungkan kekuasaan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat adalah sesuatu yang dikultuskan. Termasuk Indonesia merupakan salah satu Negara yang mengadopsi sistem Negara yang ditawarkan oleh Roesseau ini. Sejarah mencatat bahwa terjadi peralihan dengan memakan waktu yang cukup panjang dalam mengubah system pemerintahan dari bentuk monarki ke repoblik seperti ini, kita bisa mendapatkan sumber lengkap dalam literature sejarah yang mengulas tentang hal ini.


[1] K. Bertens, Sejarah Filsafat Yunani, (Yogyakarta : Penerbit Kanisius,1999), hal.142

[2] Frans Magnis Suseno, Etika Politik: Prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern (Jakarta : Penerbit Gramedia

[3] Ibid,hal 302

By Dino R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca