st peters church in leuven
Photo by Diego F. Parra on <a href="https://www.pexels.com/photo/st-peters-church-in-leuven-16922797/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Pendahuluan

Aliran Neothomisme adalah sebuah aliran yag berusaha untuk menghidupkan kembali suatu semangat dan paham yang pernah dicetuskan oleh Thomas Aquinas. Neothomisme pada mulanya  muncul di wilayah berbahasa Prancis. Aliran ini sempat menjadi aliran termuka sejak akhir abad-19 sampai sekitar pertengahan abad ke-20 yang juga muncul sebagai usaha untuk melawan modernisme. Dua pusat  kajian aliran ini menonjol pada Fakultas Le Saulchor di Prancis dan Universitas Leuven di Belgia.

Gerakan Thomistis ini terurai dalam bentuk rilisan-rilisan majalah dari Fakultas Le Saulchoir yang berbasiskan studi filsafat dan Teologi pimpinan Ordo Dominikan dengan judul Revue des Sciences philosophiques et theologiques dan Revue Thomiste.  Ada pula rilisan dalam bentuk buletin yang mempublikasikan tentang Thomisme. Seain itu Pater-pater Dominikan juga andil dalam memperkenalkan pemikiran ini dalam kalangan yang lebih luas dengan karangan-karangan yang agak populer. Gerakan Neothomisme ini juga dikembang di universitas Leuven setelah Desire Mercier diangkat sebagai profesor khusus untuk mengajar  filsafat Thomistis atas permintaan Paus Leo XIII. Mercier kemudian berinisiatif mendirikan lembaga khusus untuk mengampuh filsafat Neothomisme yang bernama L’institut superieur de philosophie de Louvain. Dalam tahun 1930 semua kuliah di Leuven diberikan dalam bahasa Prancis , sehingga kegiatan Thomistis  dapat diindetik dengan  filsafat Prancis.  Selain itu nama Leuven sangat diakitkan dengan fenomenologi  sejak Profesor H.L. van Breda mendirikan arsip Husserl di sana.

Paus Leo sebagai pendukung Neothomisme
Paus Leo XIII by Wikipedia.org

Tokoh-tokoh yang Terkemuka dalam Gerakan Neothomisme

Adapun tokoh-tokoh Neothomisme yang dianggap paling terkemuka di wilayah berbahasa Prancis adalah sebagai berikut :

Desire Mercier

Mercier banyak menulis buku yang berhubungan dengan filsafat semisalnya logika,metafisika,filsafat manusia dan epistemologi. Di antara pengikut-pengikutnya, Desire Nys menggarap filsafat alam dan filsafat ilmu pengetahuan, sedangkan Maurice de Wulf menjadi ahli terkemuka di bidang sejarah filsafat Abad Pertengahan. Mercier kemudian diangkat menjadi Uskup Agung untuk keuskupan Mechelen. Pada tahun kemudian Sri Paus memilihnya menjadi Kardinal . Ia menarik perhatian internasional selama Perang Dunia I yang mana ia sangat gigih dan berani membela kemerdekaan tanah airnnya terhadap tentara Jerman yang menduduki Belgia.

Antonin Gilbert Sertillanges

Sertillanges sendiri adalah seorang anggota Ordo Dominikan. Ia mengajar di Fakultas Le Saulchoir  dan institut Catholique di Paris. Gambaran karya-karya yang terbit dalam bentuk buku sangat kental mengandung filsafat Thomas Aquinas dan tema-tema lain yang berbobot tentang filsafat Thomistis. Ia dikenal pula sebagai seorang thomis yang bersikap terbuka terhadap pemikiran modern dan tentang apa yang positif yang terkandung di dalam tradisi.

Reginald Garrigou- Lagrange

Lagrange juga merupakan seorang Dominikan. Ia mengajar  filsafat dan terutama teologi pada “Angelicum” di Roma, sebuah universitas yang dipimpin oleh pater-pater Dominikan. Sekolah ini sekarang lebih dikenal denga “Universitas Santo Thomas Aquinas”. Ia dikenal sebagai seorang Thomis klasik yang membatasi diri pada teks-teks Thomas sendiri dan  komentator –komentator besar seperti Cajetanus dan Johanes a Sancto Thoma.

Joseph Marechal

Marechal merupakan seorang pater Jesuit Belgia. Pandangannya yang harus diakui adalah usahanya dalam mengkonfrotasikan thomisme dan metode filsafat Kant yang menghasilkan Thomisme Transendental  yang mau menjelaskan struktur dan berfungsinya pengenalan manusia berdasarkan dinamisme rasio yang terarah pada Allah sebagai tujuannya. Berkenaan dengan ini , Marechal merancang suatu filsafat tentang putusan (judgment) yang mana pengetahuan objektif harus didasari pada suatu analisis dari finalitas rasio. Ia kemudian mengatasi agnotisme Kant dengan mengikuti metode Kant sendiri dengan mencari syarat-syarat kemungkinan (the condition of possibility).  Dilihatnya bahwa ada afirmasi tentang suatu obyek sebagai obyek yang mengandalkan keterarahan dinamis rasio pada Ada Absolut, yaitu Allah. Konfrotasi ini memberikan pengaruh besar pada pemikiran Karl Rahner di Jerman dan Bernard Lonergan di Amerika Serikat.

Baca Juga : Mengenal Filsafat Skolastik

Jacques Maritain

Maritain lahir di Paris dari keluaraga Protestan sekuler. Ada 60 buku yang merupakan hasil karyanya. Selain fiilsafat dan sejarah filsafat, ia menulis tentang kesenian , ilmu pengetahuan, politik dan teologi. Ia pernah merencanakan suatu seri buku yang membahas sistematis yang akan membahas tentang filsafat Thomistis namun akhirnya hanya keluar dua jilid yakni tentang pengantar filsafat dan logika. Kendati demikian ia kembali menerbikan buku pada tahun kemudian yakni tentang epistemologi, filsafat ketuhanan,kosmologi, dan etika yang dapat dianggap sebagai kompilasi jilid sebagai suatu pembahasan yang sistematis. Maritain dikenal menjalankan pengaruh yang sangat besar dalam Neothomisme. Ia kadang dilihat sebagai nabi yang berkewibawaan mutlak dalam kalangan thomistis.

Etienne Gilson

Gilson juga lahir di Paris . Ia belajar pada Universitas Sorbonne sampai memperoleh gelar agrege de philosophie.  Mendalami studi mengenai filsafat abad pertengahan melalui studinya tenang Descartes.  Bukunya yang terkenal tentang pemikiran Thomas Aquinas (Le Thomisme) berjudul Introduction au Systeme de saint Thomas d’Aquinas. Selain itu ia juga menulis buku yang pantas diberi kehormatan pada daftar karya-karya filsafat Neothomisme yang disebut dengan Realisme Thomistis dan Kritik Pengetahuan. Karya ini menunjukan ketaksetujuannya pada usaha Marechal untuk mengkonfrotasikan metafisika Thomistis dengan Kritisisme Kant.  Menurutnya bahwa konfroasi itu dari semula harus kandas, katanya karena tidak pernah akan mungkin memperdamaikan pemikiran Thomas dengan suatu filsafat agnostistis sebagaimana dikemukakan Kant. Dan buku yang merupakan salah satu puncak dalam gerakan Neothomisme abad ke-20 adalah L’etre et l’essence (Ada dan Esensi) yang membahas tentang persoalan Metafisika. Dalam buku ini Gilson menegaskan bahwa banyak filsafat Thomistik tidak melebihi tahap esensialisme, karena Ada dimengerti sebagai sesensi yang terwujud dalam pemikiran manusia, padahal menurutnya Ada juga harus dimengerti sebagai eksistensi.

Baca Juga : Mengetahui Tentang Kritisisme Immanuel Kant

Catatan Akhir

Aliran Neothomisme telah dikatakan sebagai sebuah aliran yang membangkitkan kembali konsepsi filsafat Thomas Aqiuinas dari masa Skolastik. Jadi Neothomisme akhirnya juga dikenal dengan sebutan Neoskolastik.  Sebagaimana filsafat ini berusaha menangkal pengaruh modernisme sebagai warisan pencerahan, pandangan Thomistis kembali meyerukan persoalan Ketuhan sebagai persoalan yang harus mendapatkan tempat. Maka dari itu Neothomsime tidak saja bercorak filosofis, akan tetapi juga bercorak teologis. Selain tetap terbuka pada perkembangan ilmu pengetahuan lanjutan, Neothomisme tetap memberikan tempat  dari isu-isu tradisional.

Sumber Referensi :

  1. Filsafat Barat Kontemporer Jilid II (Prancis) Karya K. Bertens
  2. wikipedia.org

 

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca