woman in blue denim jacket holding a gray steel tower viewer
Photo by Pixabay on <a href="https://www.pexels.com/photo/woman-in-blue-denim-jacket-holding-a-gray-steel-tower-viewer-160514/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Di dalam pergulatan intelektual khususnya perihal dalam berfilsafat adapun hal yang menjadi penting untuk dibahas adalah perihal prinsip-prinsip filosofis yang sering  dimotori oleh pegiat intelektual sebagai aktifitas pertualangannya. Semua perihal pergulatan akan hal ini dirumuskan dalam satu tema pada tulisan sederhana ini yang diberi judul 6 Prinsip Pencarian Filosofis. Adapun 6 Prinsip Pencarian Filosofis  seperti yang diramu oleh Dr. Zaprulkhan,M.Si. dalam bukunya yang berjudul Filsafat Sebuah Pendekatan Tematik adalah sebagai berikut :

  1. Munculkan Spirit Ketakjuban, sebuah perasaan ingin tahu atau keheranan ( The Spirit Of Wonder) agar bekerja dan berjalan dengan baik di dalam diri. Karena Filsafat merupakan sebuah diskursus yang dimulai dengan sebuah ketakjuban, keheranan atau perasaan ingin tahu yang bergelora  atau berapi-api  (Filsafat begins with wonder) seperti yang dicetuskan oleh Aristoteles. Filsafat dimulai oleh sebuah rasa ketakjuban akan realitas yang mengitari dalam hal ini alam semesta yang juga berkenaan dengan pertanyaan tentang siapakah diri atau person dari manusia itu sndiri, tentang dari dan kemanakah ia.Ketika diri kita teranut akan kesan-kesan mengenai hal ini maka perihal akan pencarian filosofis tertanam kuat di dalam diri kita. Dan ini merupakan sebuah hal yang sangat positif dan konstruktif bagi seseorang yang ingin menjalani peran filosofis di dalam kesehariannya.
Key Science Instrument Installed into Webb Structure. Sebagai salah satu pencarian Filosofis.
Key Science Instrument Installed into Webb Structure by NASA Goddard Photo and Video is licensed under CC-BY 2.0
  • Dianjurkan agar ragukanlah segala sesuatu yang tidak didukung oleh bukt-bukti sampai terdapat perihal kebenaran yang dapat dibuktikan yang meyakinkan kita. Sehingga kebenaran tersebut benar-benar sahih dan bisa dipertanggung jawabkan.  Bolehlah seseorang yang selalu waspada terhadap kebenaran yang belum dapat dipertanggungjawabkan atas dasar mekanisme ilmiah dan selalu mencurigai orang- orang bahwa mereka memperoleh kebenaran yang masih sangat subyektif yang belum bisa menjanjikan dalam standar ilmiah public.
  • Pencarian Filosofis yang ketiga adalah suatu sikap agar cintailah selalu kebenaran. Filsafat merupakan sebuah aksi pencarian abadi terhadap kebenaran. Meski pencarian ini sangat ideal akan tetapi seseorang tetap dianjurkan agar selalu berusaha menekuninya meski akan terdapat kegagalan akan tetapi terdapa ikhtiar tanpa menyerah yang selalu merasuki semangat. Cinta akan kebenaran meski hadir di dalam diri kita agar pertualangan filosofis dapat kita mengantar kita menuju gerbang kebenaran. Kebenaran niscaya akan didekati melaui proses kecintaan yang amat mendalam di dalam proses intelektual.
  • Terka,duga dan tolaklah, usahakan sebuah pengembaraan atau penjelajahan yang lengkap terhadap segala tujuan-tujuan kita yang mungkin, lalu carilah contoh- contoh yang beda dan kekeliruan yang samar seprti halnya Karl Popper bahwa filsafat merupakan sebuah system menerka dan menolak. Dan jangan lupa untuk selalu mecari sumber-sumber alternative lainnya dengan sudut pandang dan perspektif yang lain  dari perspektif organic yang kita miliki. Sehingga dengan perspektif yang komparatif ini dapat memperkaya pemahaman dari pelbagai aspek sehingga terkesan pandangan kita tidak stagan atau monoton atau rigid.
  • Perbaikilah dan bengunlah kembali suatu sikap keikhlasan untuk merevisi, menolak dan memperbaiki suatu paradigm yang telah hidup dan terdoktrin selama ini. Akuilah secara bijak bahwa kita kadang indikatif memiliki pandangan-pandangan yang keliru dan selalu terbuka terhadap setiap kritik dan masukan sehingga kebenaran kita tidaklah selalu sebagai seharusnya meski kadang syarat akan kekeliruan. Hal ini bermanfaat dalam hal penyaringan kekritisan sebagai sumber pelengkap. Jika ada kesadaran kekeliruan haruslah secara gentel untuk mengakui dan tidak terlambat untu memperbaiki dan membenahinya.
  • Hayatilah dan amalkanlah kebenaran dan kebaikan, izinkanlah kesimpulan-kesimpulan praktis  tentang refleksi filosofis terhadap kehidupan moral, memberi inspirasi dan memotifasi anda untuk mengamalkannya dalam tindakan nyata. Izinkanlah kebenaran moral etis mengubah atau mentransformasi wajah kehidupan kita sehingga kehidupan kita menjadi lebih cemerlang sehingga gerakan filosofis tersebut dapat berdaya bagi pencerahan dalam membuka pemikiran bagi orang-orang di sekitar kita sebagai sebuah kesadaran dari semangat intelektual terlibat. Dan kebenaran yang didapatkan di dalam pencarian filosofis anda sendiri dapat memberi dampak perubaha dalan mengamalkan apa arti penting tentang kebenaran.[1]

Baca Juga : Apa itu Kebenaran ?

Demikianlah uaraian singkat mengenai 6 Prinsip Pencarian  filosofis yang setidaknya harus kita ketahui di dalam semangat pergulatan intelektual kita.  Bagi yang ingi berkenalan dengan dunia filsafat lebih jauh dan itens setidakan harus memahami ke 6 Prinsip tersebut. Sekiranya informasi ini memberikan manfaat bagi kita di dalam kesadaran intelektual yang tinggi dan berperan penting bagi sesame. Hiduplah semangat filosofis di dalam kehiduan keseharian kita.


[1]               Dr. Zaprulkhan, M.Si, Filsafat Umum, Sebuah Pendekatan Tematik (Depok, Rajawali Pers, 2021) hal. 22-24

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca