Honeycomb Mirrors Makes NASA’s Webb the Most Powerful Space Telescope
<a href="https://www.flickr.com/photos/24662369@N07/45496793324" rel="nofollow">Honeycomb Mirrors Makes NASA’s Webb the Most Powerful Space Telescope</a> by <a href="https://www.flickr.com/photos/24662369@N07" rel="nofollow">NASA Goddard Photo and Video</a> is licensed under <a href="https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/" rel="nofollow">CC-BY 2.0</a>

Diketahui Periodi sejarah pencerahan di Eropa bermula sekitar tahun 1637 sejak Descartes meluncurkan gagasan tentang cogitans yang dikenal dengan istilah Co Gito Ergo Sum (Aku berpikir maka aku ada). Periode ini berdampak secara massif di hampir seluruh bidang kehidupan sektoral masyarakat barat baik itu dalam landscape akdemis, social, politik maupun budaya. Periode sejarah fajar budi atau pencerahan (aufklarűng) ini sudah banyak mengubah cara pandang atau perspektif dan gaya hidup masyarakat eropa dari yang masih berciri tradisional-dogmatis menjadi lebih positif dan rasionalis. Periodi ini terjadi bersamaan dengan peristiwa kemajuan dan penemuan teknologi dan terjadinya revolusi mulai dari Perancis, Inggris hingga Jerman. Hal ini menjadikan orang mulai meninggalkan corak kuat gaya berpikir tradisional yang masih diwarisi oleh institusi Gereja dari masa Abad Pertengahan yang akhirnya bergerak menuju proses emansipansi ilmiah dan kebahagiaan. Masa ini dimulai dengan munculnya gerakan renaissance dan humanisme. Jika renaissance dipandang sebagai peremajaan pikiran maka pencerahan adalah proses pendewasaan dari cara berpikir tersebut. Sehingga patut kita akui bahwa proses atau benih Sekularisasi telah lahir dan tumbuh dari peristiwa ini. Orang mulai meninggalkan kebergantungan pada hal-hal yang adikodrati atau kekuatan supernatural lainnya.

Sekarang mari kita melihat Periode Sejarah pencerahan di Eropa. Pencerahan Eropa mencapai puncaknya pada abad 18 akan tetapi permulaannya adalah dari abad 17. Ditandai dengan munculnya penemuan Teleskop yang akhirnya merombak seluruh pandangan mengenai ilmu perbintangan yang kemudian dilanjutkan dengan penemuan gaya gravitasi oleh Newton dan juga muncul pula teori Copernikus dan Galileo-Galilei[1] Sang revolusioner Prancis Saint just berkata “Le Bonheur est une idee neuve en Eropa” (Kebahagian ada di Eropa  bukan di Surga) yang mau menunjukan bahwa konsep eskatologis sudah mengalami degradasi karena orang sudah berkonsentrasi pada kesibukan akan dunia yang actual dan yang sekarang.[2] Adapun tokoh-tokoh filsuf yang berkutat dengan zaman pencerahan terlokus pada tiga Negara besar yang berpengaruh yakni Inggris, Perancis dan Jerman, terlepas dari tokoh-tokoh yang telah disinggung sebelumnya.

Pencerahan di Inggris

Mengenai pencerahan di Inggris dapat kita lihat dalam model kemunculan empirisme seperti pemikiran John Locke dan filsuf deistis lainnya misalnya William Wollaston (1659-1724), Anthony Colins dan John Toland. Dilihat sebagai gagasan yang bersifat deisme karena pencerahan inggris mengakrabi gaya pendekatan yang melihat bahwa dunia ini tidak harus bergantung pada kekuatan adikodrati yang harus setia berjaga untuk proses perjalanan semesta melainkan memandang bahwa dunia alamiah ini bekerja secara mekanistis menurut hukum-hukum yang berlaku obyektif dan ketat.[3] Kita kembali mencoba membahas gagasan Wollaston seseorang yang popular di Inggris yang berpendapat bahwa moralitas tidak berasal dari dunia adikodrati melainkan dari asas-asas rasional yang berlaku di alam materi di mana proses-proses objektif dalam alam bersifat rasional, yakni sesuai dengann aturan-aturan  yang dimengerti oleh rasio manusia,

 Selain Wollaston ada Anthony Colins (1676-1729) yang megkritik rohaniwan sebagai kelompok elite yang paling bertanggung jawab atas penindasan, pembodohan, dan intoleransi yang menghambat kemajuan umat manusia dan intelektualitas tidak dikandung di dalam teologi dan tak bisa dikontrol oleh kelas rohaniwan. Collins menjadikan kelompok rohaniwan agama Kristen sebagai obyek kajian analisisnya. Maksud dari kritik Collisn ini adalah bahwa jamah intelektual dari Rohaniwan atas umatnya adalah model kontrak yang banyak membatasi akses akan kebenaran karena hanya berdasarkan pada apa yang harus direkomondasikan oleh mereka dan ini merupakan proses elitisme yang sangat rapi dan tradisi yang sukar diputuskan mata rantainya. Tokoh yang ketiga adalah John Toland (1670-1722) yang menulis buku tentang Christianity Not Mysterious yang mana dalam bukunya ini Toland menunjukan bahwa segala misteri yang bersifat irasional melaui mukjizat-mukjizat sebenarnya bisa dijelaskan secara rasional sehingga menjadi tidak rasional lagi untuk menguatkan proyek pencerahan yang menundukan misteri di bawah penjelasan rasional.[4]

Tokoh-tokoh lain adalah misalkan Adam Smith yang sangat kental akan nuansa ekonomisnya yang mana Adam Smith menyinggung persoalan pasar yang menjadi ciri khas dari masyarakat modern sebagai masyarakat komersil bahwa manusia selain mempunyai rasa simpati terhadap sesame yang lain di dalam proses social mengacu juga sebuah tendesius untuk mengejar kepentinganya sendiri, terdapat istilah yang cukup popular sampai sekarang yaitu istilah laissez faire yakni membatasi peran pemerintah di dalam control terhadap pasar. Membiarkan pasar untuk bekerja sesuai dengan mekanismenya sendiri sehingga orang-orang diberi kebebasan untuk menentukan sendiri keberhasilan atau tidak berhasil.

Pencerahan di Perancis

            Salah satu ciri khas munculnya gerakan pencerahan di Perancis adalah pemisahan filsafat dan teologi, dan ilmu-ilmu social dari filsafat. Adalah Pierre Bayle merupakan seorang yang dianggap sebagai pembuka jalan ke arah pencerahan. Dia tidak sependapat dengan pandangan teologi zamannya yang melihat bahwa keyakinan-keyakinan dan motif religious diperlukan untuk mengarahkan kehidupan moral melainkan motif-motif tersebut seharusnya juga didapatkan dari kehidupan akan naluri-naluri alamiah dari moralitas kodrati seperti di dalam adat itiadat. Hal ini berimbas positif pada autonomitas filasafat moral atau etika. Selain Bayle kita dapat mengenal filsuf-filsuf Pencerahan Prancis misalkan Denis Diderot, Jean Le Rond d’Alembert juga Montesquieu, Rousseau, Voltaire dan para filsuf materialis lainnya seperti Julian Offray de la Metrrie yang mengembangkan kaitan antara factor fisiologis dan proses-proses psikologis (kejiwaan) dalam manusia dan juga Etienne Bonnot de Condillac yang mengurai tentang pengindraan sebagai asal idea yang menurutnya bahwa pikiran kita bersifat pasif saja terhadap pengindaraan-pengindraan dari luar. Selain itu ada tokoh Voltaire yang dengan nama aslinya adalah Francois Marie Arouet. Ia mengecam Gereja sebagai musuh rasio dan penyebar fanatisme picik. Gagasan Newton dan Locke yang memberikan pencerahan erhadapnya. Tulisan atau karyanya lebih berupa kumpulan satire atau tawa filosofi yang penuh dengan ejekan. Ia mengolok-olok takhayul- takhayul yang dianut dalam zaman itu. Ciri pencerahan Prancis dapat kita lihat di dalam pemikiran Montesqieu yang menemukan system pemerintahan modern seperti yang kita alami sekarang  trias poitica (Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif) yang bertujuan untuk mencegat pemusatan kekuasaan dalam satu tangan. Monteqieu juga membedakan tiga macam pemerintahan yakni repoblik, monarki dan despotism.[5] Trias politika dilihat sebagai praktik organisasi politika yang rasional, yakni praktik kekuasaan yang terbuka terhadap kritik atas daya muatan ratio oleh semangat pencerahan.  

Pencerahan perancis lebih banyak bergerak di dalam pemikiran-pemikran social-politis yang masih berlanjut hingga teori kontrak social oleh Rousseau  melalui karya Du Contrat Social.

Pencerahan di Jerman

Pencerahan di Jerman berkosentrasi pada kemanusiaan dan kebudayaan (humaniora)  dan juga kemajuan ilmu dan teknik serta perkembangan kesustraan bukan anti-klerikalisme seperti di Prancis yang diwarnai oleh gejolak dan agitasi politis. Awal pencerahan di Jerman sudah dimulai oleh Christian Thomasius yang sangat mencurigai Metafisika sebagai pengetahuan yang bukan sebagai kategori pengetahuan real.

Raja Friedrich II dari Prusia jerman sebagai salah satutokoh sejarah Pencerahan Eropa
Friedrich II dari Prusia sumber wikipedia.org

Tokoh terkemuka bagi pencerahan Jerman adalah Raja Prusia, Friedrich II atau yang lebih dikenal dengan sebutan Friedrich Agung. Ia sangat mengagumi pemikiran Prancis dan menaruh simpati yang besar terhadap les philosophes, terutama Voltaire. Posisionalnya sebagai Penguasa yang membuka diri terhadap uaraian filosofis yang rasional menjadikan alam jerman akhirnya sangat terbuka terhadap ikhtiar pencerahan. Kita juga semestinya tidak lupa tokoh Immanuel kant yang telah memberi evaluasi kritis atas pencerahan bahkan dianggap sebagai pencapain puncak keemasan filsafatnya dalam masa Kantian ini. Dalam konteks ini, Jerman bahkan dianggap telah memberikan tonggak penting dalam sejarah filsafat modern.

Selain itu perlu diketahui bahwa deisme inggris toh juga memengaruhi deisme Jerman yang dapat kita temukan di dalam pemikiran Herman Samuel Reimarus, Moses Mendelssohn yang mana telah berjasa membuktikan Allah secara rasional yang mana ia berpendapat bahwa tertib dalam alam ini dan dalam kehidupan moral disebabkan oleh adanya Allah.[6]  

Inilah uraian yang cukup panjang mengenai periodi sejarah pencerahan di Eropa yang meliputi Pencerahan Inggris, Pencerahan Prancis dan Pencerahan Jerman. Masing pencerahan di ketiga tempat atau basis ini tentu memiliki sejarah dan latar belakang yang khas yang berbeda akan tetapi juga saling berkaitan dan konsolidatif dari suatu basis ke basis lainnya. Kiranya informasi pencerahan ini dapat memberikan kesadaran akal yang membangun bagi kita semua.


[1] https://anyflip.com diakses pada 1 Nopember 2023.

[2] F. Budi Hadirman, Pemikiran Modern : dari Maciavelli sampai Nietzche (Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2019) hal94

[3] Ibid, hal 97

[4] Ibid, 99

[5] Fraz Magnis Suseno, Etika Politik (Jakarta : Penerbit Gramedia Pustaka,2019) hal. 385

[6] F.Budi Hadirman, Op.Cit,hal.123

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca