Sejarah Perang Salib tentu telah menjadi sebuah peristiwa yang telah banyak meninggalkan cerita dan kisah yang terbilang krusial bagi kedua agama serumpun. Peritiwa berdarah ini telah menjejali banyak hal di antar kedua entitas tersebut entah itu patriotisme, heroisme bahkan sampai pada primodialisme. Sejarah perang salib juga menjadi sebuah peritiwa perang yang sangat vital dalam hal pengaruhnya pada tatanan dan pergeseran global. Pan- Kristen Eropa versus Islam dalam menentukan eksistensial pendudukan otoritas Yerusalem.

Berikut adalah sejarah Perang Salib versi lengkap berdasarkan kronologisnya, latar belakang, perjalanan perang, dan pengaruhnya:

Ilustrasi Perang Salib, By Gramedia.com
  1. Latar Belakang:

    • Pada abad ke-7 Masehi, wilayah Tanah Suci, termasuk Yerusalem, dikuasai oleh Kekhalifahan Umayyah dan kemudian oleh Kekhalifahan Abbasiyah.
    • Pada abad ke-11, Kekaisaran Bizantium dalam posisi terdesak akibat serbuan Muslim yang semakin kuat.
    • Paus Urbanus II menggulirkan seruan yang menyatukan gereja Kristen di Barat untuk merebut kembali Tanah Suci dari Muslim.
  2. Perang Salib Pertama (1096-1099):

    • Seruan Paus Urbanus II memicu pergerakan masal para peziarah Kristen dari Eropa menuju Tanah Suci.
    • Pasukan Salib berhasil merebut Yerusalem pada tahun 1099 dan mendirikan Kerajaan Yerusalem.
  3. Perang Salib Kedua (1147-1149):

    • Dipicu oleh jatuhnya Edessa ke tangan Muslim, Para Pangeran Eropa meluncurkan perang Salib Kedua untuk mempertahankan posisi Kristen di Timur Tengah.
    • Meskipun mengalami beberapa kemenangan, pasukan Salib gagal merebut kembali Yerusalem.
  4. Perang Salib Ketiga (1189-1192):

    • Dipimpin oleh Richard I dari Inggris, Philippe II dari Prancis, dan Friedrich I Barbarossa dari Kekaisaran Romawi Suci, perang Salib Ketiga berusaha merebut kembali Yerusalem dari Salahuddin Al Ayyubi.
    • Meskipun berhasil merebut beberapa kota, pasukan Salib gagal merebut Yerusalem.
  5. Perang Salib Keempat (1202-1204):

    • Perang Salib Keempat dimulai dengan tujuan awal merebut kembali Yerusalem, tetapi berubah menjadi penaklukan dan penjarahan Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium oleh pasukan Salib.
  6. Perang Salib Kelima (1217-1221):

    • Dipimpin oleh Andrew II dari Hongaria dan John dari Brienne, perang Salib Kelima berusaha merebut kembali Yerusalem, tetapi berakhir dengan kegagalan.
  7. Perang Salib Terakhir (1248-1254):

    • Dipimpin oleh Louis IX dari Prancis, perang Salib Terakhir juga tidak berhasil merebut kembali Yerusalem.
    • Meskipun perang Salib telah berakhir, pengaruhnya berlanjut dalam bentuk hubungan diplomatik dan perdagangan antara Timur dan Barat.

Pengaruh perang Salib:

  • Perang Salib meningkatkan kepentingan politik dan kebangkitan Eropa Barat.
  • Mendorong perkembangan perdagangan, pertukaran budaya, dan penyebaran pengetahuan antara Timur dan Barat.
  • Mempengaruhi struktur kekuasaan di Timur Tengah dan memperkuat kehadiran Kristen di wilayah tersebut.
  • Membuka jalan bagi penemuan geografi dan ilmiah baru serta kemajuan dalam seni dan arsitektur.
  • Menimbulkan ketegangan antara agama-agama dan meninggalkan luka sejarah yang mendalam di hubungan antara Timur Tengah dan Barat.

Baca Juga : Mengenal Filsafat Islam

Ini adalah gambaran umum mengenai sejarah serial episode perang Salib. Setiap perang Salib memiliki peristiwa perang dan detail tersendiri.

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca