woman in pink and yellow crew neck t shirt holding brown notebook
Photo by Julia M Cameron on <a href="https://www.pexels.com/photo/woman-in-pink-and-yellow-crew-neck-t-shirt-holding-brown-notebook-4143801/" rel="nofollow">Pexels.com</a>

Periode fajar budi atau yang lebih dikenal dengan zaman pencerahan merupakan priode yang sangat mengagungkan akan wibawa akal khususnya di dalam sejarah peradaban masyarakat Eropa.  Periode Pencerahan Eropa tidak hanya berkutat pada visi akademik saja tetapi juga merengsek masuk sampai pada ranah Sosial, Politis dan Kultural. Ratio dalam konteks ini dianggap sebagai sesuatu kekuatan manusiawi yang terpenting yang sudah dirintis sejak masa rasionalisme- Empirisme sekitar pada Tahun 1637 sebagaimana yang digaungkan oleh Decartes dalam cogitansnya dan Bacon dalam Novum Organumnya dimana mereka juga dikenal sebagai Bapak Filsafat Modern. Seperti dikutip dari laman Wikipedia, dalam Pencerahan Eropa kita dapat temukan fenomena bahwa dimana Kota Paris- Perancis pernah menjadi  pusat kegiatan filosofis dan ilmiah yang menentang berbagai doktrin dan dogma tradisional karena dilpandang syarat akan perihal takhayul irasional. Dimana  diketahui bahwa Gerakan filosofis ini dipimpin oleh Voltaire dan Jean-Jacques Rousseau, yang berpendapat bahwa masyarakat kontemporer harus bersandar pada akal budi pada akal budi seperti di masa Yunani kuno.[1]

Kata dari Zaman Pencerahan di dalam istilahnya terdapat berbagai terminology seperti kata jerman dinamakan dengan zaman Aukflarung, dalam bahsa Perancis disebut dengan Les Lumieres, Kata Spanyol disebut dengan Ilustracion, Kata Italia disebut dengan Iluminismo dan dalam kata Inggris dikenalkan dengan istilah Enlightenment. Kata ini kemudian di dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Zaman Fajar Budi atau yang lebih dikenal dengan istilah Zaman Pencerahan. Hal yang menjadi support akan kemiunculan zaman ini adalah kemunculan dan kemajuan pesat yang dicapai oleh ilmu-ilmu alam dan teknologi yang secara perlahan kian mendepak kerangka metafisik Abad Pertengahan.[2] Sehngga dapat kita temukan bahwa pencerahan sebagai sebuah usaha untuk mendekatkan akal dan positiisme pikiran di dalam pergumulan dan masalah hidup yang dihadapi. Seseorang bukan lagi mengurungkan segala perkara agar diserahkan pada hal-hal yang adikodrati akan tetapi harus diselesaikan dengan jalan positifistis pikiran. Kira-kira itulah yang ingin disampaikan oleh visi aukflarung ini.

Fenomena Zaman Pencerahan juga diketahui sekan-akan mendiskteditkan teleologis yaitu sebuah kredo iman orang kristiani karena manusia diyakini dapat mencapai kesempurnaan dan kebahagiaan di dunia ini dan sekarang ini sehingga ada sebuah proses eliminasi terhadap visi eskatologis yang mana meragukan bahwa untuk apa orang harus menunggu janji rahmat mengenai kebahagiaan akhirat yang masih berada dalam waktu yang akan datang dan di dalam situasi nantinya. Seseorang diajak agar mencapai kebahagiaan di dalam situasi yang real duniawi bukan surgawi yang dicapai melalui ketersediaan sarana material yang harus dinikmati dengan pencapaian kekutan rasionya. Maka dari itulah rasio dianggap sebagai sebuah terang baru  yang menggantikan iman kepercayaan, dan rasio ini membawa tidak hanya kebenaran, melainkan juga kebahagiaan di dalam kehidupan manusia  maka dari itu eksistensial institusi religious lama dan muatan takhayul-takhayulnya dikritik.[3] Orang harus bersandar penuh pada kekuatan intelektualnya yang rasional dan dapat lebih pasti untuk dipertanggungjawabkan akan sebab-sebab kasuistik.

Zaman Pencerahan menurut Immnuel Kant dapat kita ketahui di dalam tulisannya yang berjudul Beantwortung der Frage : Was ist Aufkalrung ? ( Menjawab Pertanyaan : Apa itu Pencerahan ?) yang terbit pada 1783 di Bulan December, Ia menulis : Pencerahan adalah jalan keluar manusia dari ketidakdewasaan (Unmundigkeit) yang disebabkan oleh kesalahannya sendiri. Ketidakdewasaan merupakan ketidakmampuan untuk mempergunakan akalnya tanpa tuntutan orang lain. Jika penyebab ketidakdewasaan itu tidak terdapat pada kurangnya akal, melainkan pada ketetapan hati dan keberanian untuk mempergunakan akalnya tanpa tuntutan orang lain. Sapere Aude ! Milikilah keberanian untuk menggunakan akalmu sendiri ! Ini merupakan semboyang pencerahannya.[4] Di sini Immanuel Kant mengajak agar manusia memaksimalkan fungsi akal budinya dalam memajukan kehidupan dan dirinya sendiri untuk mencapai kepenuhan atas pelbagai kebutuhan dan kemaslahatan hidup.  Seseorang dimungkinkan untuk menjadi lebih madiri atau otonom sebagai pribadi yang bebas seturut bimbingan pencapaian akalnya yang bukan digerogoti oleh tuntutan dogma dan ajaran-ajran eksternal yang memengaruhinya.

Diketahui peristiwa pada zaman aukflarung telah bersamaan membawa perkembangan kemajuan dan akslerasi hidup dalam beberapa kejadian seperti pelbagai revolusi di eropa dan proses pemisahan antara Agama dan Negara serta kemandirian atau Proses independen Kemerdekaan Negara Amerika Serikat pada 4 Juli 1783. Sekian Catatan Singkat mengenai Zaman Pencerahan kiranya informasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.


[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Pencerahan diakses pada tanggal 30 Oktober 2023 pukul 20.30

[2]  F. Budi Hadirman, Pemikiran Modern : dari Machiavelli sampai Nietzche  (Yogyakarta : Penerbit Kanisius, 2019) hal. 93

[3] Ibid, 94-95

[4] Ibid, Hal-95

By Ardy G

Pernah belajar di bidang Filsafat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Patadela.id

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca